BPBD PROVINSI JAWA TENGAH

Jl. Imam Bonjol 1F Semarang | Tel. 024-3519927, 3519904 | email: bpbd@jatengprov.go.id



angin puting beliung di kab. wonogiri

Rabu 14 November 2018 pukul 16.00 wib.terjadi angina putting beliung Jl. Raya Manyaran -Punduhsari Kec. Manyaran, Kab. Wonogiri. Hujan dengan intensitas sedang namun disertai dengan angin yg cukup kencang, sehingga mengakibatkan tumbangnya pohan mahoni dengan diameter 40 cm tumbang dan melintang ditengah jalan raya manyaran-punduhsari sehingga lalu lintas dijalan tersebut terhambat. Anggota piket koramil 11/manyaran (Sertu Suryadi) setelah menerima laporan, bersama anggota polsek dan menghubungi pengusaha kayu guna membawa peralatan beserta dengan warga membersihkan pohon yg melintang dijalan sampai selesai sehingga jalan bisa dilewati kendaraan lagi..

tanah longsor kab. kebumen

Terjadi tanah longsor 13 November 2018, pukul 17.00 WIB di Desa Padureso, Kec.Padureso, Kab. Kebumen. Hujan lebat mengakibatkan 1 rumah rusak berat. BPBD melakukan assessment pada lokasi kejadian bencana.

kebakaran di kab. sragen

Terjadi kebakaran pada tanggal 14 November 2018, pukul  15.10 WIB di GOR Diponegoro, Kel. Sragen Wetan, Kec. Sragen, kab. Sragen. Kebakaran akibatk kerusakan pada  Generator, mengakibatkan Panel Genset, Mesin Genset 250 KVA, Dinamo Genset terbakar, kerugian ditaksir mencapai Rp.300.000.000. Upaya penangganan yang telah dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat PB BPBD Kabupaten Sragen antara lain  segera melakukan Assesment dan membantu pemadaman

angin puting beliung di kab. sragen

Terjadi angina Putting beliung pada tanggal 14 November 2018, pukul 16.15 WIB di Jl. Tangkil – Kedungupit, Ds. Tangkil, Kec. Sragen, kab. Sragen. Angin kencang mengakibatkan pohon trembesi tumbang dan menutup Separuh akses kendaraan terhalang karena pohon yang tumbang. Upaya penangganan yang telah dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat PB BPBD Kabupaten Sragen antara lain Mengatur lalu lintas agar tidak macet dan membantu pemotongan pohon agar akses jalan dapat dibuka.

Beberapa Tautan Terkait

  • Bencana alam terjadi di luar kendali kita. yang ada dalam kendali kita adalah sikap kita dalam menghadapi musibah tersebut.
  • Berilah bantuan kepada orang-orang yang tertimpa musibah, karena mereka dengan senang hati akan membantu anda jika anda yang tertimpa musibah.
  • Alam diciptakan dengan indahnya. Setiap bencana yang terjadi adalah cara alami alam dalam merawat keindahannya.
  • Bencana alam adalah pengingat bagi kita bahwa kita harus lebih memperhatikan keseimbangan alam, lebih memperhatikan kemanusiaan, lebih memperhatikan hakikat diri.
  • Jika anda bersyukur atas apa yang ada saat musibah terjadi, itu adalah tanda-tanda kalau anda siap untuk diberikan jutaan nikmat yang melimpah.
  • Setiap kenikmatan adalah musibah jika kita menyikapinya dengan buruk. Setiap musibah adalah kenikmatan jika kita menyikapinya dengan baik.
  • Kemarin dan esok adalah hari ini. Bencana dan keberuntungan sama saja. Langit di luar, langit di badan, bersatu dalam jiwa” [W.S. Rendra]
  • Dalam alam yang indah dan tenang, kita belajar akan keindahan. Dalam alam yang dihinggapi bencana, kita belajar pentingnya merawat keindahan tadi.
  • Semakin kita menelantarkan lingkungan hidup, semakin sering kita melihat bencana tercipta.