BPBD PROVINSI JAWA TENGAH

Jl. Imam Bonjol 1F Semarang | Tel. 024-3519927, 3519904 | email: bpbd@jatengprov.go.id



Angin Puting Beliung di Kab. Pati

Angin Puting Beliung terjadi pada tanggal 11 Desember 2018 pukul 10.56 WIB di Desa Dukuhseti RT 07/ RW 03, Kec. Dukuhseti Kab.Pati karena hujan yang disertai angin kencang yang mengakibatkan 1 (satu) rumah semi permanen dengan ukuran 5 x 7 m roboh. Pemilik rumah/ korban an. Bapak Warjono (75 tahun) alamat Desa Dukuhseti RT 07/ RW 03, Kec. Dukuhseti Kab.Pati. Tidak ada korban jiwa, Tafsir kerugian sekitar Rp 40.000.000,-. BPBD Kab. Pati telah melakukan assessment ke lokasi bencana.

Banjir di Kota Semarang

Banjir terjadi pada tanggal 10 Desember 2018 pukul 08.00 WIB di RT. 02 RW.5, Kel. Tambakrejo, Kec. Gayamsxari karena hujan lebat yang mengakibatkan rumah milik Bp. Sudirman, RT. 02 RW.5, Kel. Tambakrejo, Kec. Gayamsxari, roboh.
Pohon tumbang menimpa 2 unit Rumah (rusak ringan) milik Bp. Jatmiko dan Ibu Warsini, alamat Dk. Gagatan, Ds. Ketoyan, Rt 04/Rw 03, Kec. Wonosegoro. Pengungsian 1 KK (Bp. Jatmiko) mengungsi di tetangga yang aman dan penanganannya:

  • BPBD berkoordinasi dengan Ketua RT, RW, serta kelurahan / kecamatan menghubungi serta instansi terkait.
  • Warga beserta perangkat kelurahan,Babinsa,Bhabinkamtibnas gotong royong.
  • Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kelurahan/Kecamatan, serta instansi terkait lainnya melakukan Assesment, dan memberi bantuan logistik, Terpal plastik, selimut, Family Kit.

Angin Puting Beliung di Kab. Boyolali

Angin Puting Beliung terjadi pada tanggal 10 Desember 2018 pukul 16.00 WIB di Dk. Gagatan, Ds. Ketoyan, Rt 04/Rw 03, Kec. Wonosegoro karena hujan deras disertai angin kencang sehingga mengakibatkan pohon tumbang menimpa 2 unit Rumah (rusak ringan) milik Bp. Jatmiko dan Ibu Warsini, alamat Dk. Gagatan, Ds. Ketoyan, Rt 04/Rw 03, Kec. Wonosegoro. Pengungsian 1 KK (Bp. Jatmiko) mengungsi di tetangga yang aman, BPBD Kab.Boyolali melakukan assessment ke lokasi kejadian

Banjir dan Tanah Longsor di Banjarnegara

Banjir dan Tanah Longsor terjadi pada tanggal 10 Desember 2018 pukul 15.24 WIB di Dusun Kasimpar, Desa Paweden, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara karena hujan deras selama 3 jam sehingga mengakibatkan air dengan volume yang banyak membawa matrial tanah dan bebatuan yang menutup akses jalan provinsi sehingga arus lalu lintas lumpuh.

Penanganan:

  • Bupati Banjarnegara langsung turun ke lapangan untuk meninjau situasi dan kondisi dan segera memerintahkan agar akses segera dibuka,
  • BPBD Banjarnegara, Bina Marga, TNI, POLRI, TAGANA, Pemerintah kec Karang kobar, Pemerintah Desa Paweden, dan Relawan Wonosobo, DESTANA Sijeruk, DESTANA Balun, melakukan pembersihan material untuk membuka akses jalan agar normal kembali
  • Petugas pemadam kebakaran menerjunkan 1 unit armada pemadam untuk membersihkan lumpur yang masih tertinggal di jalan;
  • Material jenis bebatuan yang berada di bahu jalan akan di angkut esok hari oleh PU Binamarga Prov. Jateng ranting Wonosobo;
  • BPBD Kabupaten Banjarnegara memberikan himbauan kepada masyarakat sekitar untuk selalu waspada di karenakan potensi hujan masih tinggi dan longsor bisa terjadi kapan saja.

Beberapa Tautan Terkait

  • Bencana alam terjadi di luar kendali kita. yang ada dalam kendali kita adalah sikap kita dalam menghadapi musibah tersebut.
  • Berilah bantuan kepada orang-orang yang tertimpa musibah, karena mereka dengan senang hati akan membantu anda jika anda yang tertimpa musibah.
  • Alam diciptakan dengan indahnya. Setiap bencana yang terjadi adalah cara alami alam dalam merawat keindahannya.
  • Bencana alam adalah pengingat bagi kita bahwa kita harus lebih memperhatikan keseimbangan alam, lebih memperhatikan kemanusiaan, lebih memperhatikan hakikat diri.
  • Jika anda bersyukur atas apa yang ada saat musibah terjadi, itu adalah tanda-tanda kalau anda siap untuk diberikan jutaan nikmat yang melimpah.
  • Setiap kenikmatan adalah musibah jika kita menyikapinya dengan buruk. Setiap musibah adalah kenikmatan jika kita menyikapinya dengan baik.
  • Kemarin dan esok adalah hari ini. Bencana dan keberuntungan sama saja. Langit di luar, langit di badan, bersatu dalam jiwa” [W.S. Rendra]
  • Dalam alam yang indah dan tenang, kita belajar akan keindahan. Dalam alam yang dihinggapi bencana, kita belajar pentingnya merawat keindahan tadi.
  • Semakin kita menelantarkan lingkungan hidup, semakin sering kita melihat bencana tercipta.