Kegiatan Bimbingan Teknis Penyusunan Dokumen Perencanaan dan Evaluasi Bidang Kebencanaan Tahun 2019

BPBD Prov. Jateng Melaksanakan Kegiatan Bimbingan Teknis Penyusunan Dokumen Perencanaan dan Evaluasi Bidang Kebencanaan Tahun 2019 dilaksanakan pada hari Rabu – Kamis / 2 – 3 Oktober 2019, Pukul 14.00 WIB-selesai (sesuai jadwal) di Hotel Grand Wahid Salatiga Jl. Jend. Sudirman No. 2 Salatiga. Adapun pserta dari kegiatan tersebut terdiri dari Sekretaris dan Kasubbag Program/Perencanaan BPBD Kab/Kota se-Jawa Tengah.
Maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyusun Dokumen Perencanaan dan Pelaporan Program/Kegiatan Bidang Kebencanaan yang meliputi RPB, RAD PRB, IKD dan SPM.

Kegiatan Bimtek Penyusunan Dokumen Perencanaan dan Evaluasi Bidang Kebencanaan Tahun 2019 dibuka oleh Kalakhar BPBD Provinsi Jawa Tengah (Drs. Sudaryanto, M.Si) dan menyampaikan point sambutan sebagai berikut Pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana merupakan salah satu aspek keberhasilan yang perlu diperhatikan dalam PB untuk perlindungan terhadap masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana; Kerjasama antar Pemda, Dunia Usaha dan Masyarakat perlu dilakukan untuk menyikapi keterbatasan keuangan/alokasi anggaran daerah yang akan berdampak pada pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana untuk PB; Perlu dilakukan penguatan kapasitas kelembagaan BPBD salah satunya dengan menyusun dokumen perencanaan PB yang menjadi acuan dan pedoman bagi para pemangku kepentingan PB untuk menyamakan langkah dan upaya dalam penanggulangan bencana; Diperlukan koordinasi penyusunan pelaporan SPM bidang kebencanaan untuk mengatasi kendala terkait implementasi di daerah.
Pemateri dari kegiatan tersebut antara lain Pratomo Cahyo Nugroho, ST dari Direktorat Pengurangan Risiko Bencana BNPB; Ade Nugraha, ST dari Direktorat Pengurangan Risiko Bencana BNPB; Ilham Pribadi, SH dari BPKAD Provinsi Jawa Tengah; Harso Susilo, ST, MM dari Biro Pemerintahan Otonomi Daerah dan Kerjasama Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah. Moderator Kegiatan adalah bapak Sumarno, S.Sos dari Dinas Perhubungan Kab. Wonosobo; Andi Irwan Benardi, M.Pd dari Pusat Studi Bencana Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang.
Poin penting yang disampaikan pemateri antara lain Sarana dan prasarana PB di perangkat daerah harus dikelola dengan baik mulai dari pemeliharaan fisik sampai tata kelola administrasi untuk memudahkan aparatur BPBD dalam pelayanan kepada masyarakat sekaligus untuk kebutuhan audit kinerja dan pertanggungjawaban anggaran; SPM dan penurunan IRB di Jawa Tengah menjadi fokus kelembagaan BPBD karena merupakan acuan keberhasilan dalam PB; Penentuan prioritas penganggaran dan kegiatan per-tahun yang penting/mendesak menjadi point utama untuk dianalisis dalam menyusun Dokumen RPB dan RAD PRB; Dokumen RPB dan RAD PRB terintegrasi ke perencanaan lainnya seperti perencanaan pembangunan daerah, program sektor lain, perencanaan wilayah dan perencanaan tematik yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi; Perlu adanya komitmen bersama untuk menurunkan indeks risiko bencana di Jawa Tengah dengan saling memfasilitasi penyusunan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengendalian pelaksanaan program masing-masing yang terintegrasi dengan kegiatan PRB.
Kesimpulan dan Tindak lanjut dari kegiatan tersebut antaralain BPBD Kab/Kota se-Jateng yang belum mengumpulkan data program/kegiatan terkait PB dimohon mengirimkan data ke alamat email programbpbd@gmail.com untuk dikompilasi oleh tim penyusun; Bagi BPBD Kab/Kota yang memanfaatkan aset/sarpras milik Pemprov Jateng (mobil tangki air, kendaraan roda 2/4 atau truk) agar membuat surat kepada Gubernur untuk Hibah dari Pemprov ke Kab/Kota; Akan diagendakan pertemuan lanjutan untuk verifikasi data pendukung dalam penyusunan dokumen tersebut.
