Kegiatan RAKOR EVALUASI PENANGANAN KEKERINGAN, KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN SERTA KESIAPAN MENGHADAPI MUSIM PENGHUJAN 2019 – 2020

Kegiatan Rakor dalam Rangka Evaluasi Penanganan Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan serta Kesiapan Menghadapi Musim Penghujan 2019 – 2020 dibuka oleh Kalakhar BPBD Provinsi Jawa Tengah (Drs. Sudaryanto, M.Si) dan menyampaikan point sambutan dengan ucapan terima kasih atas kerjasama dalam penanggulangan bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan di Jawa Tengah tahun 2019. Salah satu faktor keberhasilan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana adalah adanya kerjasama lintas sektor baik pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Oleh sebab itu kerjasama lintas sektor dalam PB perlu lebih ditingkatkan karena membutuhkan koordinasi dan komunikasi yang efektif antar pemangku kepentingan.
Narasumber dari BMKG Semarang menyampaikan bahwa musim kemarau 2019 akan berlangsung lebih lama dan BMKG menghimbau untuk waspada kekeringan ekstrim pada daerah yang lebih dari 60 hari tidak hujan dan waspada terhadap potensi kebakaran serta melakukan efisiensi penggunaan air. BMKG memprediksikan awal musim hujan 2019 -2020 akan mundur 1-3 dasarian dan prakiraan secara umum awal musim hujan 2019 -2020 pada Bulan November 2019. Pada Dasarian III November 2019 diprediksi curah hujan wilayah Jawa Tengah umumnya dalam kriteria rendah dan termasuk dalam kriteria menengah adalah wilayah Pemalang bagian timur, Pekalongan, Batang, Kendal bagian barat, Banjarnegara bagian utara, Sragen, Grobogan bagian selatan, Karanganyar bagian utara dan Boyolali bagian timur.

Narasumber dari BMKG Semarang menyampaikan bahwa musim kemarau 2019 akan berlangsung lebih lama dan BMKG menghimbau untuk waspada kekeringan ekstrim pada daerah yang lebih dari 60 hari tidak hujan dan waspada terhadap potensi kebakaran serta melakukan efisiensi penggunaan air. BMKG memprediksikan awal musim hujan 2019 -2020 akan mundur 1-3 dasarian dan prakiraan secara umum awal musim hujan 2019 -2020 pada Bulan November 2019. Pada Dasarian III November 2019 diprediksi curah hujan wilayah Jawa Tengah umumnya dalam kriteria rendah dan termasuk dalam kriteria menengah adalah wilayah Pemalang bagian timur, Pekalongan, Batang, Kendal bagian barat, Banjarnegara bagian utara, Sragen, Grobogan bagian selatan, Karanganyar bagian utara dan Boyolali bagian timur.
Perum Perhutani Jawa Tengah menyampaikan laporan mengenai Kebakaran Hutan dan lahan tertinggi tahun 2019 terdapat di 5 KPH diantaranya wilayah KPH Pekalongan Barat (-+ 329 Ha), KPH Kedu Utara (-+246 Ha), KPH Surakarta(-+222 Ha), KPH Banyumas Timur (-+93 Ha) dan KPH Pekalongan Timur (-+79 Ha). Kebakaran lahan juga sering terjadi di wilayah jalan Tol Trans Marga (Semarang – Bawen- Solo) yang mengalami kendala atau kesulitan akses masuk ke wilayah terbakar untuk melakukan pemadaman oleh sebab itu untuk mengatasi kendala ini makan akan dikirimkan surat ke Trans Marga perihal kerjasama dalam penanganan kebakaran .
Untuk mengatasi kekeringan 2019 BPBD telah melakukan dropping air bersih selama musim kemarau 2019 serta memberikan himbauan kepada masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan ketika musim penghujan membuat tampungan untuk menyimpan air hujan. Untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan akan melakukan kerjasama khusus melibatkan instansi lain seperti Perhutani, DLHK,BKSDA dan BPDAS. Untuk menghadapi musim penghujan 2019 – 2020 BPBD Kab/kota se Jawa Tengah diminta untuk melakukan upaya dan pemutakhiran data terkait PB.
