Banjir Melanda Grobogan, Ribuan Warga Terdampak dan Ratusan Mengungsi.
Grobogan, 10 Maret 2025 – Banjir besar melanda Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, akibat hujan deras dengan intensitas tinggi serta luapan Sungai Tuntang, Lusi, dan Glugu. Peristiwa ini terjadi sejak Sabtu, 08 Maret 2025, pukul 12.30 WIB, dan hingga Senin, 10 Maret 2025, pukul 07.00 WIB, kondisi air masih belum surut di beberapa wilayah terdampak.
Banjir menggenangi 21 desa yang tersebar di enam kecamatan, yaitu: Kecamatan Toroh, Kecamatan Purwodadi, Kecamatan Tawangharjo, Kecamatan Kedungjati, Kecamatan Gubug, Kecamatan Tegowanu
Banjir ini disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Grobogan sejak Jumat, 07 Maret 2025, pukul 15.00 WIB hingga Sabtu, 08 Maret 2025, pukul 18.00-20.00 WIB. Debit air Sungai Lusi, Sungai Glugu, dan Sungai Tuntang meningkat drastis hingga melebihi kapasitas tampung. Akibatnya, tanggul Sungai Tuntang di Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, serta tanggul Sungai Kliteh di Desa Sukorejo, Kecamatan Tegowanu, jebol dengan ukuran sekitar lima meter.
Banjir ini berdampak pada 4.271 kepala keluarga (KK), dengan 280 jiwa mengungsi di beberapa titik berikut:
• Gereja Tempurung, Desa Ringinkidul: 60 jiwa
• Masjid Baitul Makmur, Desa Ringinkidul: 90 jiwa
• Tanggul Sungai Tuntang, Dukuh Mintreng: 100 jiwa
• Balai Desa Baturagung: 30 jiwa
Pendataan terhadap kerugian material masih terus dilakukan oleh pihak terkait. Adapun sejumlah kebutuhan mendesak yang dibutuhkan bagi warga terdampak meliputi: Logistik dan paket sembako, Hygiene kit, Matras, selimut, dan kasur lipat.
BPBD Provinsi Jawa Tengah dan BPBD Kabupaten Grobogan terus berkoordinasi untuk menangani bencana ini serta memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak. Pemantauan Tinggi Muka Air (TMA) di DAS Lusi terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan. Bantuan logistik telah didistribusikan ke berbagai lokasi terdampak untuk pemenuhan kebutuhan warga terdampak.
Dapur umum telah didirikan di Desa Baturagung dan Desa Ringinkidul dengan dukungan dari BPBD dan PMI. Posko keamanan dibangun di tanggul Sungai Tuntang guna mengawasi situasi di lapangan. Selain itu, BPBD Provinsi Jawa Tengah melakukan pendampingan langsung di lokasi terdampak, termasuk mendirikan posko lapangan di Gereja Desa Ringinkidul untuk mempermudah koordinasi dan distribusi bantuan bagi warga.
Hingga saat ini, air masih menggenangi beberapa wilayah, terutama di Desa Ringinkidul. Proses evakuasi sementara dihentikan, meskipun masih banyak warga yang bertahan di rumah mereka dan belum mengungsi.
Pemerintah daerah bersama BPBD, relawan, dan masyarakat terus bekerja keras untuk memastikan keselamatan warga serta menanggulangi dampak banjir ini. Diharapkan bantuan segera tersalurkan agar kondisi kembali normal dalam waktu dekat.

