Kegiatan Rakor Evaluasi Penanganan Bencana Kekeringan dan Persiapan Menghadapi Bencana Musim Penghujan di Jawa Tengah Tahun 2021.

Kegiatan Antisipasi dan Penanganan Bencana telah dilaksanakan Kegiatan Rapat Koordinasi Evaluasi Penanganan Bencana Kekeringan dan Persiapan Menghadapi Bencana Musim Penghujan di Jawa Tengah Tahun 2021 (29 September 2021) bertempat di Ruang Rapat Gedung A Lt. 4 Sekretariat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Tengah Jl. Imam Bonjol 1F Semarang  secara Tatap Muka (Non Virtual) dengan peserta sebanyak 50 orang berasal dari unsur BPBD (33 KAb/Kota) dan Dinas teknis terkait di Jawa Tengah, dengan hasil pelaksanaan kegiatan sebagai berikut:

Narasumber pada Kegaiatan tersebut antara lain :

  1. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah (Keynote speaker);
  2. Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Semarang (Intensitas Hujan dan Potensi Kebencanaan Hidrometeorologi Musim Penghujan Tahun 2021);
  3. Kepala Dinas PU SDA TARU Prov. Jateng (Kesiapan Menghadapi Musim Penghujan Tahun 2021 di Jawa Tengah);
  4. Kepala Dinas ESDM Prov. Jateng (Potensi Longsor dan Gerakan Tanah di Jawa Tengah pada Musim Penghujan 2021).

Hal Substansial Dalam Rapat Koordinasi :

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah;

  1. Peralihan musim (Kemarau-Penghujan) termasuk jenis potensi bencana yang perlu diwaspadai;
  2. Upaya antisipasi yang dapat dilakukan pemerintah daerah  yaitu langkah kesiapsiagaan melalui kegiatan Apel Siap Siaga Bencana di tingkat Provinsi/Kab/Kota bersama Stakeholder Penanggulangan Bencana (TNI-Polri, Dunia Usaha, Relawan, dll);
  3. Cek, ricek dan penyiapan sarana dan prasarana penanganan darurat bencana di masing-masing wilayah (Kesiapan Peralatan dan Logistik);
  4. Pengaktifan Posko Kesiapsiagaan Bencana Banjir Longsor di tingkat Provinsi/Kab/Kota, penyebarluasan Nomor Posko Siaga Bencana dan Nomor PUSDALOPS BPBD Provinsi/Kab/Kota agar masyarakat dapat melaporkan secara cepat jika terjadi bencana.

BMKG Stasiun Klimatologi Semarang

  1. Prakiraan Awal Musim Hujan 2021/2022 secara umum pada bulan Oktober 2022, dengan perbandingan ada yang MAJU dan SAMA dengan rata-ratanya;
  2. Sifat Musim Hujan secara umum Normal dan ada sebagian kecil wilayah Atas Normal;
  3. Panjang Musim Hujan terpendek 14 Dasarian (5 bulan) dan terpanjang 27 Dasarian (9 bulan);
  4. Kondisi ENSO dan IOD adalah Netral hingga periode Februari-Maret-April 2022;
  5. Secara umum, Puncak Musim Hujan terjadi pada Bulan Januari 2022;
  6. Perlu adanya upaya kewaspadaan Bencana Hidrometeorologi pada saat menjelang, saat & akhir musim hujan.

Dinas PU SDA TARU Prov. Jateng

  1. Tingginya frekuensi kejadian dan angka kematian akibat banjir mendorong  untuk dilakukannya intervensi penanggulangan banjir yang lebih terintegrasi  dan terkoordinasi dari hulu ke hilir serta dari tahap perencanaan hingga  pengendalian & pengawasan;
  2. Akibat terjadinya subsiden tanah dan sea level rise, beberapa kota pesisir seperti Jakarta, Semarang, Kendal, Pekalongan, Demak dan Surabaya mengalami banjir air laut (Rob). Di banyak tempat bahkan “Rob” telah terjadi permanen;
  3. Penurunan muka tanah dan kenaikan muka air laut berdampak kerugian ekonomi yang besar melalui :
  • kerusakan bangunan dan infrastruktur (jembatan, pipa, dll)
  • pasang surut banjir (rob) di wilayah pesisir (zona pesisir)
  • mengurangi kualitas hidup dan lingkungan (sanitasi dan kondisi kesehatan)

Dinas ESDM Prov. Jateng

  1. Ancaman gerakan tanah secara umum terjadi di Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Kota Semarang, Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Blora, Grobogan, Semarang, Boyolali, Sragen, Karanganyar, Wonogiri, Magelang, Purworejo, Kebumen, Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Temanggung, Wonosobo;
  2. Rekomendasi Antisipasi Gerakan Tanah/Longsor di Jawa Tengah:
  • Tidak boleh melakukan penggundulan lahan/ hutan,  pemotongan tebing, serta membuat saluran irigasi di lereng terjal
  • Jika terpaksa untuk pemukiman, → kajian kestabilan lereng serta perkuatan tebing;
  • Waspada terhadap retakan, pohon dan tiang listrik miring tanggul retak , air sungai mendadak  keruh pekat , dan terjadi gempa/lindu  →segera dikosongkan dan mengungsi ke tempat yang aman, Perkuat tebing (bronjong, penghijauan tanaman keras);
  • Sosialisasi dan pelatihan menghadapi bencana khususnya gerakan tanah.

Telaah atas pelaksanaan kegiatan:

  1. Mendasarkan pada Tema, Kebutuhan Koordinasi, Manfaat serta antusiasme peserta, secara umum kegiatan terselenggara dengan sangat baik;
  2. Pelaksanaan kegiatan Rapat Koordinasi menjadi solusi koordinasi antar pemangku kepentingan khususnya di bidang kebencanaan yang pada saat ini sedang bersiap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi sebagai dampak perubahan musim dari Kemarau menuju Penghujan pada Tahun 2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Skip to content