koordinasi dan pengembangan corporate social responsibilty (csr) untuk reduksi bencana tahun 2018

BPBD Provinsi Jawa Tengah telah menyelenggarakan kegiatan koordinasi dan pengembangan corporate social responsibilty (csr) untuk reduksi bencana tahun 2018 di Kab. Pekalongan. Kegiatan tersebut dilaksanakan Pada hari Kamis 15 Februari 2018 di Aula Lantai satu Setda Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan KBPBD Provinsi Jawa Tengah Bapak Drs. Agus Hariyanto, M.Si sebagai ketua panitia penyelenggara, yang kemudian dilanjutkan pembacaan sambutan dari Plt. Gubernur Jawa Tengah yang diwakilkan oleh Kalakhar BPBD Provinsi Jawa Tengah Bapak Sarwa Pramana, SH, M.Si, serta Pembacaan Sambutan dari Bupati Kabupaten Pekalongan yang diwakilkan oleh Wakil Bupati Kabupaten Pekalongan Ibu Ir. Hj. Arini Harimurti.

Adapun pemateri dan narasumber kegiatan tersebut adalah Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Prov. Jateng, Bapak Herru Sethiadhie, SH., M.Si. dengan Judul “TANGGUNG JAWA SOSIAL DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN DI PROVINSI JAWA TENGAH”,  Staf Khusus Gubernur Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Sekretaris BAPPEDA LITBANG Kabupaten Pekalongan Bapak M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si dengan judul “PELAKSANAAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN DI KABUPATEN PEKALONGAN”, dan Kepala Divisi Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jateng Pusat Bapak Duddy Herlambang, SE., MM. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 150 peserta yang terdiri dari BPBD Kabupaten/Kota Se-Jawa Tengah dan perwakilan dari dunia usaha di Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.

 

Kegiatan Koordinasi dan Pengembangan CSR Untuk Reduksi Bencana merupakan kegiatan untuk meningkatkan kapasitas dan partisipasi Dunia Usaha serta para pemangku kepentingan (stakeholder) dalam Pengurangan Risiko Bencana di kawasan Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2018 sehingga Kesimpulan dari diselenggarakannya kegiatan tersebut antara lain :

  1. Mengingat beban pemerintah yang cukup berat untuk mencapai  PENCEGAHAN, KESIAPSIAGAAN SERTA PENGURANGAN RESIKO BENCANA, maka peranan dari sektor swasta/perusahaan untuk membantu penanggulangan bencana mutlak diperlukan.
  2. Bidang lingkup kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) secara keseluruhan sangat relevan dengan MDGs, dimana kegiatan utama CSR diarahkan untuk memberikan kontribusi dalam beberapa bidang untuk meningkatkan peran sosial khususnya penanggulangan bencana
  3. Kemitraan yang sinergis & strategis antara pemerintah, sektor swasta dan organisasi masyarakat dalam program intervensi yang berbasis masyarakat merupakan unsur esensial dalam upaya mendorong percepatan pembangunan jawa tengah
  4. Pemerintah membuat peta lokasi wilayah dan jenis rawan bencana daerah sebagai tindakan edukasi dalam reduksi rawan bencana
  5. Pemerintah menyiapkan program tindakan (pelatihan & kebutuhan sarana prasarana eksekusi bencana), komunikasikan dengan berbagai elemen terkait (CSR, LSM, BUMN, BUMD, SWASTA / DUNIA INDUSTRI).
  6. Jalankan TJSLP di masing-masing perusahaan dengan baik, masukan dalam RKTP
  7. Adakan komunikasi dengan Dunia Industri tentang Program Reduksi Bencana dalam bentuk sosialisasi maupun pelatihan-pelatihan.

Adapun Maksud dan tujuan diselenggarakan kegiatan tersebut antara lain :

Maksud :

  • Sebagai sebuah forum sinergitas antar dunia usaha dan pemerintah dalam Penanggulangan Bencana;
  • Sebagai wadah diskusi dan sharing dalam Penanggulangan Bencana;
  • Memotivasi dan memacu dunia usaha untuk berinvestasi dalam Pengurangan Risiko Bencana;
  • Untuk menyamakan persepsi atau pola pikir dan tindakan para pemangku kepentingan / stakeholder antara Pemerintah dan dunia usaha dalam Penanggulangan Bencana;

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Skip to content