BPBD PROVINSI JAWA TENGAH

Jl. Imam Bonjol 1F Semarang | Tel. 024-3519927, 3519904 | email: bpbd@jatengprov.go.id



TANAH LONGSOR DI KAB.TEMANGGUNG

Terjadi tanah longsor pada Rabu, 7 September 2022 Pukul 17.00 WIB di Dusun Kauman Rt. 01 Rw. 01 Ds. Jumo Kec. Jumo Kab. Temanggung. Hujan intensitas tinggi pada Pukul 15.00 WIB s.d 18.00 WIB di wilayah Kec. Jumo mengakibatkan aliran air kali Tapak meluap sehingga memicu terjadinya longsor senderan rumah milik Bp. Dwi Haryanto (41th) 1KK4 Jiwa dengan panjang 6 meter dan tinggi 3 meter menyebabkan kerusakan bangunan pada ruang kamar dan dapur. Akibat kejadian tersebut keluarga untuk sementara mengungsi ke rumah orang tua (Dsn Kauman Ds. Jumo Kec. Jumo). Kerugian Rp. 30.000.000,- Tim TRC BPBD Kab. Temanggung dan masyarakat Desa Gemawang melakukan koordinasi dan penanganan pembersihan material longsor.

KEBAKARAN DI KAB.SUKOHARJO

Terjadi kebakaran pada Selasa, 6 September 2022 di Canden RT.03 / RW.01 Rejosari Kab. Sukoharjo. Kronologi kejadian bermula saat Pak Muljono membuat Bediang kemudian ditinggal ketempat hajatan, kemudian Dwi Parjono yang sedang mengasuh anak mengetahui kandang kambing sudah terbakar api dan membesar, segera meyelamatkan dan melepas 5 kambing lalu Mas Parjono tertimpa kayu dan genting mengalami luka ringan. Akibat kejadian tersebut bangunan kandang terbakar, 1 jiwa luka ringan, hewan ternak terbakar ( 3 ekor bebek dan 2 ekor ayam) dengan total kerugian Rp. 10.000.000,- Upaya yang telah dilakukan:

  1. BPBD Telah mengirimkan 2 unit Armada dan 7personil;
  2. Menyiapkan peralatan pemadaman;
  3. Mengerahkan personil Damkar;
  4. Melakuan pemadaman sampai selesai.

TANAH GERAK DI KAB.BREBES

Terjadi tanah gerak pada Senin, 5 September 2022 di Dukuh Krajan RT. 02 dan 03 RW. 01 dan RT. 02 RW. 03 Desa Plompong Kec.Sirampog Kab.Brebes. Kronologi kejadian Bermula saat musim penghujan lalu yang mengakibatkan perpindahan aliran air Sungai Keruh kesisi selatan (sawah) / bawah hunian warga. Akibat kejadian tersebut 8 rumah serta 2 fasilitas pendidikan mengalami kerusakan. Bersama Pemerintah Desa Plompong, BPBD Kab.Brebes & TRC tinjau lokas Tanah Bergerak untuk pendataan lebih lanjut dan koordinasi terkait langkah selanjutnya.

BANJIR DI KAB.TEMANGGUNG

Terjadi banjir pada Selasa, 6 September 2022 Pukul 16.00 WIB di Rt 06 Rw 12 ling.Kauman Baru Kelurahan Kauman Kec. Parakan Kab. Temanggung. Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan debit air meningkat dan selokan yang sempit dan dipenuhi dengan sampah menjadi penyebab meluapnya debit air selokan. Akibat kejadian tersebut 10 rumah serta 6KK/10 Jiwa Penghuni rumah kos mengungsi dirumah Bu Nyai Suad Ketua muslimat Temanggung. BPBD Kab.Temanggung melakukan assessment kelokasi bencana dan bersama warga membersihkan material lumpur luapan selokan akibat curah hujan dengan intensitas tinggi diwilayah Kab.Temanggung.

Beberapa Tautan Terkait

  • Bencana alam terjadi di luar kendali kita. yang ada dalam kendali kita adalah sikap kita dalam menghadapi musibah tersebut.
  • Berilah bantuan kepada orang-orang yang tertimpa musibah, karena mereka dengan senang hati akan membantu anda jika anda yang tertimpa musibah.
  • Alam diciptakan dengan indahnya. Setiap bencana yang terjadi adalah cara alami alam dalam merawat keindahannya.
  • Bencana alam adalah pengingat bagi kita bahwa kita harus lebih memperhatikan keseimbangan alam, lebih memperhatikan kemanusiaan, lebih memperhatikan hakikat diri.
  • Jika anda bersyukur atas apa yang ada saat musibah terjadi, itu adalah tanda-tanda kalau anda siap untuk diberikan jutaan nikmat yang melimpah.
  • Setiap kenikmatan adalah musibah jika kita menyikapinya dengan buruk. Setiap musibah adalah kenikmatan jika kita menyikapinya dengan baik.
  • Kemarin dan esok adalah hari ini. Bencana dan keberuntungan sama saja. Langit di luar, langit di badan, bersatu dalam jiwa” [W.S. Rendra]
  • Dalam alam yang indah dan tenang, kita belajar akan keindahan. Dalam alam yang dihinggapi bencana, kita belajar pentingnya merawat keindahan tadi.
  • Semakin kita menelantarkan lingkungan hidup, semakin sering kita melihat bencana tercipta.