Category: Kegiatan
BPBD Provinsi Jawa Tengah Hadiri FGD Persiapan Musim Kemarau 2026 di Surakarta

Surakarta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Persiapan Musim Kemarau Tahun 2026 di Wilayah Sungai Bengawan Solo yang diselenggarakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Selasa (21/4/2026), bertempat di Ruang Rapat Tawangpraja Balai Kota Surakarta.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi dampak musim kemarau tahun 2026, khususnya terkait ancaman kekeringan di wilayah Jawa Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Pelaksana (Kalakhar) BPBD Provinsi Jawa Tengah menyampaikan gambaran historis kejadian kekeringan di Jawa Tengah dalam beberapa tahun terakhir. Disampaikan bahwa kekeringan kerap terjadi secara berulang di sejumlah wilayah rawan, terutama pada daerah dengan keterbatasan sumber air baku dan sistem distribusi air bersih yang belum optimal.

Lebih lanjut, Kalakhar BPBD Provinsi Jawa Tengah menekankan pentingnya langkah-langkah mitigasi yang terencana dan terkoordinasi dalam menghadapi potensi kekeringan tahun ini. Beberapa upaya yang disampaikan antara lain penguatan pemetaan wilayah rawan kekeringan, optimalisasi sumber-sumber air alternatif, peningkatan kesiapsiagaan pemerintah daerah, serta sinergi dengan instansi teknis dalam pengelolaan sumber daya air.
Selain itu, BPBD juga mendorong peningkatan peran serta masyarakat dalam upaya penghematan air serta kesiapsiagaan menghadapi dampak kekeringan. Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mengurangi risiko bencana kekeringan.

Melalui kegiatan FGD ini diharapkan terbangun kesamaan persepsi dan langkah strategis antar pemangku kepentingan dalam menghadapi musim kemarau tahun 2026, sehingga dampak kekeringan dapat diminimalisir dan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.
Uji Konsekuensi Informasi Dikecualikan

Semarang, 21 April 2026 – PPID BPBD Provinsi Jawa Tengah melaksanakan Uji Konsekuensi Informasi Dikecualikan sebagai komitmen keterbukaan informasi publik dengan tetap memperhatikan aspek kerahasiaan sesuai regulasi.
Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi dan menguji informasi yang dikecualikan serta meningkatkan kualitas layanan informasi publik yang transparan dan akuntabel.
Hadir sebagai pembahas Bapak Moh. Asrofi, S.Pd.I (Komisioner Komisi Informasi) dan Muhammad Adib Algani, S.H., dengan Ario Rinenggo, S.E. sebagai moderator.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Moh. Asrofi juga mengunjungi Posko Aju dan Pusdalops sebagai pusat pelayanan informasi kebencanaan.

Semoga dengan kegiatan dapat meningkatkan PPID BPBD menjadi semakin informatif dan bermanfaat bagi masyarakat.
#PPID #BPBDJateng #KeterbukaanInformasi #UjiKonsekuensi #JawaTengahTangguh
APEL HARI KARTINI

Selasa 21 April 2026 – Apel Peringatan Hari Kartini ke-147 di lingkup Kantor BPBD Provinsi Jawa Tengah.
Apel kali ini menjadi momentum dari semangat Kartini terus menginspirasi bahwa peran perempuan memiliki peran strategis dalam penanggulangan bencana di berbagai sektor

Mari teruskan perjuangan dengan menghadirkan peran perempuan sebagai garda terdepan yang sigap, tangguh, dan humanis dalam penanggulangan bencana, demi kemajuan bangsa.
Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi Menuju Indonesia Emas 2045.

BPBD Provinsi Jawa Tengah Hadiri dan Berkontribusi dalam Penyusunan Bahan Pendamping SPAB

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah menghadiri undangan dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah dalam kegiatan Penyusunan Bahan Pendamping Penjaminan Mutu Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang dilaksanakan pada tanggal 15–16 April 2026 di BBPMP Jawa Tengah, Kota Semarang.

Dalam kegiatan ini, BPBD Provinsi Jawa Tengah tidak hanya berperan sebagai narasumber yang memberikan pemaparan terkait kebijakan, strategi, serta praktik penyelenggaraan Satuan Pendidikan Aman Bencana, namun juga turut terlibat aktif sebagai bagian dari tim penyusun bahan pendamping SPAB. Keterlibatan ini merupakan bentuk komitmen BPBD dalam mendukung penguatan kapasitas satuan pendidikan dalam menghadapi potensi bencana.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari internal BBPMP Provinsi Jawa Tengah yang merupakan pengampu kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Selain itu, turut hadir perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jawa Tengah, yaitu BPBD Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, serta Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan bahan pendamping yang disusun dapat menjadi acuan yang aplikatif dan komprehensif bagi satuan pendidikan dalam mengimplementasikan SPAB, sehingga mampu meningkatkan kesiapsiagaan serta membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antar pemangku kepentingan dalam upaya pengurangan risiko bencana melalui sektor pendidikan, khususnya di wilayah Provinsi Jawa Tengah.
