Category: Sub Program

 

Workshop Kajian Kebencanaan dan Pemanfaatan Media

BPBD Provinsi Jawa Tengah telah melaksanakan Workshop Kajian Kebencanaan dan Pemanfaatan Media dalam Penanggulangan Bencana di Jawa Tengah, Rabu 13 Desember 2017. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Lt. IV Gd. A, BPBD Prov Jateng Jl. Imam Bonjol No. 1 F Semarang. Peserta kegiatan tersebut berasal dari BPBD Kabupaten/Kota se Jawa Tengah dan LPPM Perguruan Tinggi se Jawa Tengah. Selengkapnya…

Gerakan PB Inklusif dan Peluncuran Unit Layanan Inklusi Disabilitas PB

Gerakan Penanggulangan Bencana Inklusif dan Peluncuran Unit Layanan Inklusi Disabilitas PB Provinsi Jawa Tengah

BPBD bekerjasama dengan Program TATTs (Technical Assistant and Training Teams) dan ASB (Arbeiter-Samariter Bund) melaksanakan Gerakan Penanggulangan Bencana Inklusif dan Peluncuran Unit Layanan Inklusi Disabilitas PB Provinsi Jawa Tengah. Menindaklanjuti Pergub dimaksud dengan membentuk Unit Layanan Inklusi Disabilitas Penanggulangan Bencana (Unit LIDi PB) Jawa Tengah serta launching Buku Panduan Unit LIDi PB yang akan dilaksanakan pada 08-09 Agustus 2017 di Hotel Syariah, Surakarta. Kegiatan ini melibatkan 400 orang, yang terdiri dari peserta dan tamu undangan yaitu:

Perwakilan United States Agency for International Development (USAID); Country Director Mercy Corps Indonesia; Organisasi Perangkat Daerah terkait di Jateng; Kalak dan Sekretaris 33 BPBD Kab/Kota se-Jateng; Kalak dari 8 BPBD Provinsi; 175 orang perwakilan dari OPDis se-Jateng; orang perwakilan OPDis se-Jateng;  TATTs dan ASB, serta panitia.

Adapun narasumber dan fasilitator dalam kegiatan tersebut antara lain :Bappenas, BNPB, Kepala Pelaksana BPBD provinsi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, Dinas Sosial Jawa Tengah, Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Unit LIDi PB Jawa Tengah, Perwakilan OPDis dari 8 provinsi. Fasilitator : Anggota Unit LIDi Jawa Tengah , Anggota Pool of Fasilitator Provinsi Jawa Tengah, Perwakilan OPDis Jawa Tengah.

Komitmen Bersama yang sudah disepakati di BPBD Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah : Menyebarluaskan pengarusutamaan penanggulangan bencana inklusif kedalam rencana pembangunan daerah; Meningkatkan kapasitas BPBD dan para pelaku penanggulangan bencana dalam hal penyelenggaraan penanggulangan bencana yang inklusif; Mempraktikkan penggunaan data terpilah terkait gender, usia, dan disabilitas dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana; Memperluas aksesibilitas baik fisik maupun non-fisik dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana yang melibatkan penyandang disabilitas mulai dari perencanaan penanggulangan bencana; Meningkatkan kapasitas penyandang disabilitas dan organisasinya agar dapat berkontribusi dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.; Memberikan perlindungan yang bermartabat kepada penyandang disabilitas dan kelompok berisiko tinggi lainnya.

Harapan kami, melalui kegiatan ini mampu meningkatkan ketangguhan dan keterlibatan Penyandang Disabilitas dalam PB Inklusif di Jawa Tengah serta meningkatkan komitmen Pemerintah (Pemerintah Pusat/Pemerintah Daerah) dalam melaksanakan penyelenggaraan Penanggulangan Bencana yang Inklusif di seluruh tahapan PB baik pra-bencana, tanggap darurat maupun pasca bencana.

Dalam kegiatan tersebut juga ditandatangani lembar komitmen bersama oleh Kepala Pelaksana BPBD Kab/Kota Se-Jawa Tengah.

Dokumentasi :

Download materi :

Materi Gerakan Penanggulangan Bencana Inklusif dan Peluncuran Unit Layanan Inklusi Disabilitas PB Provinsi Jawa Tengah

 

Central Java Disaster Management Agency (BPBD Jawa Tengah) in collaboration with TATTs Program and (Arbeiter-Samariter Bund) ASB held a Inclusive Disaster Management Movement and launch a Central Java Inclusive Disability Disaster Management Service Unit. Based on related Governor’s Regulation and other regulations by forming Central Java Inclusive Disability Disaster Management Service Unit and launching Disaster Management Inclusive Disability Unit Guidance Book, the event takes place on August 8th -9th, 2017 in Syariah Hotel, Surakarta, involving 400 participants and guests, including:

The representative of United States Agency for International Development (USAID), Country Director of Mercy Corps Indonesia, Related Technical Offices, Heads and Secretaries of 33 Regional Disaster Management Agencies in Central Java Region, Heads of 8 Representative Provincial Disaster Management Offices, 175 participants from related provincial technical offices, TATTs and ASB Management Officers and Crews.

Speakers for the event including:

National Planning and Development Board (Bappenas), National Disaster Management Authority (BNPB), Head of Central Java Disaster Management Agency, Heads of Regional Disaster Management Agency, Social Office of Central Java Province, Education Office of Central Java Province, representative of 8 related technical offices in Central Java.

Facilitators for the event including: Central Java Inclusive Disability Service Unit, members of Central Java Pool Facilitators, and representative of other Provincial Offices.

The Joint Commitment among the Regional Disaster Management Agencies in Central Java region is:

  1. To widespread the mainstream inclusive disaster management into regional development plan;
  2. To increase the capacity of Disaster Management Offices and Disaster Management Actors in the matter of inclusive disaster management;
  3. To practice the use of distinguished data related to gender, age and disability classification in the matter of  inclusive disaster management;
  4. To extend both physical and non-physical accessibility in the matter of disaster management involving disabled individuals since the early planning stage;
  5. To increase the contribution of disabled individuals and their organizations in disaster management;
  6. To give a dignified protection to disabled individuals and other vulnerable groups.

Our hope, that this event is capable to increase the resilience and involvement of disabled individuals within Inclusive Disaster Management in Central Java and also to fulfill both Regional and Central Government Commitment to build inclusive disaster management in all stage of disaster management including pre-disaster stage, emergency response stage and post disaster stage.

The event also contains the signing of Joint Commitment of Heads from all Regional Disaster Management Agencies in Central Java region.

Rakor Kesiapan Menghadapi Kekeringan dan Posko Terpadu Lebaran 2017

Rakor Kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Menghadapi Kekeringan dan Dukungan BPBD pada Posko Terpadu Lebaran Tahun 2017 dilaksanakan pada hari Selasa, 13 Juni 2017 di ruang Rapat Lt. IV Gd. A, BPBD Prov Jateng,  jl. Imam Bonjol No. 1 F Semarang dengan narasumber Ir. Tri Budiarto, M.Si (Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB), Ir. Tuban Wiyoso, M.Si (Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Semarang), Akhmad Syaifillah, ATD, MT (Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah), dr. H. Hartanto, M.Med.SC (Wakil Kepala Bidang Kesehatan PMI Jawa Tengah). Dengan peserta rakor terdiri dari BPBD, PDAM dan PMI Kab/Kota se Jawa Tengah.

Dengan maksud dan tujuan untuk memantapkan koordinasi antara BPBD, PDAM dan PMI Kab/ Kota se Jawa Tengah dalam mengantisipasi bencana kekeringan tahun 2017, mengkoordinasikan persiapan BPBD dalam mendukung Posko Terpadu Lebaran tahun 2017.

Acara dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Jawa Tengah, mewakili Gubernur Jawa Tengah dan menyampaikan point sambutan sebagai antara lain sosialisasikan kepada masyarakat terkait upaya mengurangi risiko kekeringan, seperti membuat lubang biopori dan sumur resapan, serta meminimalisir terjadinya kebakaran, monitoring rutin dan tindaklanjuti prakiraan musim kemarau, sosialisasi kepada kelompok petani terkait antisipasi penerapan pola tanam sesuai kondisi setempat. BPBD aktif dalam Posko Terpadu Lebaran dengan melaksanakan hal-hal antara lain meneruskan informasi dengan cepat dan sigap tentang hambatan yang terjadi untuk segera ditangani oleh pihak terkait, mengutamakan keterpaduan antar instansi terkait dalam melaksanakan operasi pelayanan maupun kemanusiaan,mengintensifkan komunikasi dengan daerah rawan bencana, keramaian masyarakat, kepadatan lalu lintas, jalur transportasi, tempat ibadah, dan tempat publik lainnya, selalu siaga dengan seluruh potensi yang dimiliki untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana, termasuk pelayanan kesehatan, Rumah Sakit maupun Puskesmas yang siap melayani selama 24 jam/hari.

Arahan Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB adalah penanggulangan bencana kekeringan dapat dilaksanakan dengan memberdayakan komponen dan potensi masyarakat serta dunia usaha secara optimal, penanganan bencana kekeringan sebaiknya mulai beralih pada hal yang hanya bukan menyediakan air, tetapi investasi yang lebih terencana dan jauh kedepan dengan target benar dan mencapai tujuan bahwa setiap Kabupaten akan terlepas dari kekeringan, kabupaten/provinsi lain yang berdekatan dengan wilayah kabupaten/provinsi terancam bencana berfungsi sebagai daerah penyangga, sebagaimana kekuatan Provinsi Jawa Tengah dari ikatan emosi antar Kabupaten dan Provinsi.

Penyampaian pokok materi oleh Kepala Stasiun Klimatologi I Kelas Semarang adalah berdasarkan monitoring dinamika Atmosfer dan beberapa metode perhitungan yang dilakukan hingga awal Maret 2017, diperkirakan awal musim kemarau 2017 di sebagian besar wilayah Indonesia mulai pada bulan Mei s/d Juli dengan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi antara bulan Juli s/d September, awal musim kemarau di Jawa Tengah bervariasi, diperkirakan mulai dari pertengahan bulan April s/d awal Juli dengan panjang musim kemarau mulai dari 8 s/d 22 dasarian dan BMKG turut mendukung dan memfasilitasi kebutuhan pemudik lebaran tahun 2017 dengan menyediakan Aplikasi Prakiraan Cuaca untuk Jalur Mudik Lebaran yang diupdate setiap hari.

Penyampaian pokok materi oleh Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah adalah lokasi Posko Induk Prov. Jateng untuk Posko Terpadu Lebaran Tahun 2017 berada di Wisma Perdamaian dengan personil yang terdiri dari berbagai instansi dan akan dimulai pada tanggal 15 Juni 2017, diharapkan BPBD Kab/Kota ikut serta membentuk Posko Terpadu Lebaran dan saling berkomunikasi dengan Posko Terpadu Provinsi, dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah berkerjasama dengan Aplikasi Lalu Lintas “WAZE” untuk dapat menampilkan semua informasi dari Dinas Perhubungan, sehingga semua informasi secara langsung dapat disosialisasikan kepada para pemudik dari luar kota yang memasuki wilayah Provinsi Jawa Tengah.

Penyampaian pokok materi oleh Wakil Kepala Bidang Kesehatan PMI Jawa Tengah adalah sebagai wujud kesiapsiagaan PMI dalam menghadapi bencana dan dukungan pada Posko Terpadu Lebaran Tahun 2017, PMI Kab/Kota Jawa Tengah telah membentuk Pos Siaga Pertolongan Pertama dan Tim Ambulans dengan menyediakan 93 unit Ambulans, 82 orang Dokter, 319 orang Perawat dan 2.833 orang Sukarelawan yang siaga penuh di Markas selama 24 jam, PMI akan memeriksa dan memastikan ketersediaan obat-obatan, peralatan medis serta sarana penunjang pelayanan lainnya dengan selalu berkoordinasi dengan Pemkab/Kota, Dishub dan Polres setempat.