Category: Kegiatan
Kegiatan Uji/Simulasi Gladi Alat EWS Gerakan Tanah di Kabupaten Temanggung
Dalam rangka meningkatkan kapasitas masyarakat, BPBD Provinsi Jawa Tengah melaksanakan Kegiatan Uji/Simulasi Gladi Alat EWS Gerakan Tanah di Dusun Kemiri, Desa Getas, Kec. Kaloran. Kegiatan tersebut dilakukan pada tanggal (22/08) yang dihadiri oleh perwakilan BPBD Prov. Jateng dan BPBD Kab. Temanggung. Perangkat desa dan masyarakat yang tergabung dalam Tim Siaga Bencana (TSB) melakukan uji simulasi kegiatan.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana tanah longsor. BPBD Jawa Tengah telah menjelaskan pembagian tugas Tim Siaga Bencana diantaranya:
- Bidang data Informasi bertugas mengecek kondisi alat dan melakukan pendataan ulang warga
- Bidang evakuasi bertugas memantau kondisi lapangan, mengamankan akses jalan keluar masuk, dan memantau kondisi retakan
- Bidang keamanan bertugas melakukan pendataan langsung ke rumah warga dan penyampaian informasi kenaikan status
- Bidang logistik dan perlengkapan bertugas mempersiapkan dapur umum, mengecek stok makanan, dan melakukan pendataan kebutuhan Logistik
- Bidang P3K bertugas mempersiapkan P3k dan merawat korban bencana
Fasilitator dari CV. Greentera Mappindo penyedia jasa alat EWS dan BPBD Povinsi Jawa Tengah mendemokan fungsi alat dan penggunaan alat EWS kepada Tim Siaga Bencana. Uji/gladi dilakukan ditempat pemsangan alat EWS gerakan tanah, peserta diberikan pemahaman tentang cara kerja dan tanda sirine jika EWS tersebut berbunyi, selain itu peserta dilatih untuk berperan sebagai tim siaga bencana sesuai dengan bidangnya masing-masing. Harapanya simulasi ini bisa dilakukan secara mandiri dan berkala, sehingga mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana yang kemungkinan bisa terjadi



KOORDINASI KERJASAMA ANTAR LEMBAGA DALAM PEMBAHASAN SILABUS KKN TEMATIK BIDANG KEBENCANAAN
BPBD Provinsi Jawa Tengah melalui Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi menyelenggarakan Kegiatan Pembahasan Silabus KKN Tematik Bidang Kebencanaan Tahun 2024 pada tanggal 16 Mei 2024 bertempat di Kantor Sekretariat BPBD Provinsi Jawa Tengah Gedung A Aula Lantai 4.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah dan dihadiri oleh BPBD Kab/Kota se Jawa Tengah. Sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Sorja Koesuma dari Pusat Penelitian dan Penanggulangan Bencana LPPM – Universitas Sebelas Maret dengan penyampaian materi Komponen Kegiatan Kebencanaan pada Kegiatan KKN Tematik.

PEMBINAAN DAN PENINGKATAN KAPASITAS APARATUR BPBD

Dalam rangka menindaklanjuti Penyusunan Pedoman MBKN dan Status KKN tematik Bidang Kebencanaan, BPBD Provinsi Jawa Tengah melalui Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi menyelenggarakan Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas Aparatur BPBD Provinsi/Kabupaten/Kota dalam membangun kerjasama antar Lembaga pada tanggal 27 Juni 2024 di Kantor BPBD Provinsi Jawa Tengah.
Tujuan kegiatan :
- Memberikan wawasan kepada Aparatur BPBD Kabupaten/Kota yang masing-masing dari Bidang Rehabilitasi Rekonstruksi dan Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan, dengan asumsi Bidang Rehabilitasi Rekonstruksi yang akan mengawal kerjasama dengan pihak lain,
- Memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang programkegiatan yang dapat dilakukan melalui kerjasama dengan PT,
- Memberikan pemahaman tentang mekanisme penyelenggaraan KKN tematik bidang kebncanaan.
Akumulasi Distribusi Air Bersih Selama Musim Kemarau di Jawa Tengah Tahun 2024

Musim kemarau yang melanda Indonesia pada tahun 2024 telah menjadi tantangan besar bagi masyarakat, terutama dalam hal ketersediaan air bersih. Untuk mengatasi dampak dari kekeringan yang berkepanjangan, pemerintah bersama dengan berbagai pihak telah melakukan upaya distribusi air bersih secara masif di berbagai wilayah terdampak.
Periode Distribusi dan Jumlah Total Air yang Didistribusikan
Sejak tanggal 24 Mei hingga 9 Agustus 2024, pemerintah berhasil mendistribusikan total 4.017.000 liter air bersih ke berbagai daerah yang mengalami krisis air. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari respons cepat terhadap kebutuhan mendesak masyarakat di wilayah yang paling terdampak oleh kekeringan.
Wilayah Cakupan Distribusi
Distribusi air bersih ini meliputi 14 kabupaten/kota di berbagai provinsi yang teridentifikasi mengalami kekeringan parah. Di setiap kabupaten/kota, distribusi air bersih menjangkau 45 kecamatan dan 106 desa yang paling membutuhkan.
Detail Distribusi Air Bersih
Pemerintah melalui dinas terkait, bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan perusahaan swasta, telah menyiapkan infrastruktur distribusi yang efektif. Setiap desa yang terdaftar sebagai penerima bantuan air bersih mendapatkan pasokan air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama periode krisis.
Untuk memastikan distribusi yang merata dan tepat sasaran, tim lapangan dibentuk di setiap kecamatan. Mereka bertanggung jawab dalam pengaturan logistik, pemantauan distribusi, serta memastikan tidak ada desa yang terlewat dari jangkauan bantuan.
Tantangan dan Harapan Ke Depan
Meskipun distribusi air bersih ini berjalan lancar, tantangan di lapangan tetap ada, seperti aksesibilitas daerah terpencil dan terbatasnya sumber daya. Namun, dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, LSM, dan masyarakat, tantangan tersebut dapat diatasi.
Pemerintah berharap, langkah distribusi ini dapat membantu meringankan beban masyarakat selama musim kemarau dan menjadi model penanganan bencana kekeringan di masa depan. Upaya ini juga menjadi pengingat akan pentingnya pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan untuk menghadapi perubahan iklim yang semakin tak terduga.
