Category: Longsor
BPBD Kabupaten Cilacap Siaga Hadapi Dampak Tanah Longsor Akibat Hujan Intensitas Tinggi
SEMARANG – Hujan intensitas ringan sampai tinggi dan adanya penyumbatan saluran air di atas tebing telah menyebabkan terjadinya 2 titik tanah longsor di Dusun Sindanghji RT05 & RT06 RW05, Desa Bantarpanjang, Kecamatan Cimanggu, Senin, (19 /2) pada pukul 15.56 WIB.
Kedua titik tanah longsor berdampak langsung pada rumah warga. Titik pertama dengan tinggi 10m dan panjang 13m mengakibatkan rumah milik Bapak M Tamrin terkena longsoran (rusak sedang) juga mengancam 2 rumah yang berada dibawah tebing dan 3 rumah yang berada diatas tebing. Titik kedua dengan tinggi 5m dan panjang 25m mengancam halaman dan rumah Bapak Karyoto yang mengakibatkan kerusakan pada bagian depan halaman rumah hampir terkikis longsor.
Beberapa upaya telah dilakukan BPBD Kab. Cilacap berupa rekayasa teknis terhadap tebing dan saluran air yang berada diatas tebing. Mengecek TKB unsur Forkompincam bersama Pemdes Desa Bantarpanjang dan juga melakukan asesmen.
BPBD Kab. Cilacap mengimbau penghuni rumah dan masyarakat sekitar untuk lebih waspada dan berhati-hati dikarenakan potensi hujan deras masih dimungkinkan terjadi yang dapat berdampak pada kejadian bencana yang tidak diinginkan.
Bencana Tanah Gerak Semakin Meluas dan Bertambah di Kab. Rembang, BPBD Kab. Rembang Lakukan Upaya Penanganan Bencana
Bencana tanah gerak di Kabupaten Rembang semakin meluas dan bertambah dari tahun ke tahun tepatnya di Dk. Dunglowo Ds. Landoh RT. 01 RW. 05 Kec. Sulang. Bencana yang mulanya terjadi pada tahun 2018, lalu meluas di tahun 2021, 2023 dan kini ditahun 2024 bertambah akibat curah hujan yang tinggi serta arus sungai yang deras. Kejadian tersebut menyebabkan tanah bagian bawah terguras dan membuat amblas beberapa tanah lainnya. Amblasnya tanah mengakibatkan 3 rumah warga terdampak pada Kamis, 18 Januari 2024. 1 rumah milik Bapak Tasmin mengalami roboh, dan 2 lainnya mengalami rusak parah yaitu rumah milik Ibu Ratemi dan Bapak Wanto. Menurut data, dari tahun 2018 total KK yang terdampak yakni 8 KK dari kejadian tersebut. Selain merusak rumah warga, kejadian tersebut juga menyebabkan kerusakan yang lainnya seperti kerusakan lingkungan yang meliputi sepadan sungai, kebun dan tanah milik warga dengan total luasan panjang 42 meter, lebar 38 meter, tinggi 7 meter, serta kerusakan prasarana lingkungan seperti drainase dan pipa rumah. Akibat kejadian tersebut, warga mengalami kerugian sebesar Rp. 555.000.000. Upaya penanganan terus dilakukan oleh BPBD Kabupaten Rembang dengan dilakukannya assesment pada tanggal 22 Januari 2024. Setelah itu, dilakukan kerja bakti untuk pembangunan hunian relokasi bagi warga terdampak. Saat ini 6 KK yang sudah direlokasi dengan total 5KK direlokasi di tanah milik pribadi dan 1KK direlokasi ditanah milik desa. Selain itu, BPBD Kab. Rembang juga melakukan kerja bhakti pembuatan tanggul darurat dari rajek bambu.
BPBD Kabupaten Kebumen Tangani Tanah Longsor di Empat Kecamatan Kabupaten Kebumen
BPBD Kabupaten Kebumen melaporkan telah terjadi tanah longsor di empat Kecamatan di Kabupaten Kebumen pada hari Selasa, 23 Januari 2024 pukul 04.00 WIB. Tanah longsor tersebut diakibatkan oleh curah hujan dengan intensitas tinggi dan kontur tanah yang labil. Kecamatan terdampak meliputi pertama, Kecamatan Karanganyar, tepatnya di Desa Wonorejo yang menyebabkan tebing longsor dan menutup akses jalan di RT.002/RW.004 dan di Desa Grenggeng yang menyebabkan tebing di samping rumah warga longsor dan menghantam kamar mandi non permanen milik Bapak Taszal. Kedua, Kecamatan Alian, yang terjadi di Desa Bojongsari dan menyebabkan tebing samping rumah longsor dan mengancam rumah milik Bapak Mukhlisin dan Ibu Khodimah di Dusun Banjaran Tengah RT.001/RW.005. Ketiga, Kecamatan Buayan, terjadi di Desa Karangbolong yang menyebabkan tebing di samping rumah Bu Kemi RT.01/RW.03 dan Bapak Sarmin RT.03/RW.03 longsor. Keempat, Kecamatan Karanggayam yang terjadi di Desa Gunungsari dan menyebabkan tanah longsor di Dukuh Kotosari RT.02/RW.02 dan Desa Giritirto yang menyababkan tebing longsor dan menutup jalan Provinsi yang menghubungkan Kebumen – Banjarnegara. Tidak ada korban jiwa, pengungsian dan kerugian material yang ditimbulkan dari kejadian tersebut. Upaya penanganan dilakukan secara bertahap hingga beberapa hari kedepan oleh BPBD Kab. Kebumen dan masyarakat sekitar dengan kerja bakti membersihkan material longsoran.
Tanggul dan pondasi di Tiga Desa di Kab. Kebumen Longsor dan Jebol Akibat Banjir, BPBD Kab. Kebumen Lakukan Assesment
Tingginya intensitas hujan di Kabupaten Kebumen mengakibatkan air sungai meluap dan berujung banjir pada Selasa, 23 Januari 2024, Pukul 04.00 WIB. Akibat dari banjir tersebut, tanggul dan pondasi di 3 desa di Kab. Kebumen longsor dan jebol. Ketiga desa tersebut terletak di 2 Kecamatan yaitu Desa Pasir yang berada di Kecamatan Ayah, serta Desa Sidomukti dan Tegalsari yang berada di Kecamatan Adimulyo. Di Desa Pasir, hujan yang deras mengakibatkan air sungai salam meluap sehingga berdampak pada longsornya pondasi kantor Bumdes Pasir. Untuk kondisi terkini, penanganan sementara dilakukan untuk menutup pondasi yang longsor menggunakan terpal. Sedangkan di Desa Sidomukti dan Tegalsari, derasnya hujan dan luapan air banjir mengakibatkan jebolnya tanggul di kedua wilayah desa tersebut. Dalam penanganan ini, warga berkoordinasi dengan ketua RT, RW serta kelurahan/kecamatan untuk menghubungi BPBD Kab. Kebumen serta instansi terkait. Selanjutnya, BPBD Kab. Kebumen melakukan assesment dan dokumentasi dalam kejadian tersebut.
