Category: Laporan Bencana

 

BPBD Majenang Melakukan Pengecekan Kondisi Tanah Longsor di Desa Sepatnunggal, Kec. Majenang, Kab. Cilacap

Pada Hari Rabu, 10 Januari 2024, pukul 22.00 WIB, dilakukan kegiatan pengecekan lokasi kejadian tanah longsor di Dusun Cibaregbeg 01/05, Desa Sepatnunggal, Kec. Majenang. Longsor ini dipicu oleh musim kemarau panjang, hujan deras, dan kontur tanah tebing yang gembur.

Kejadian tersebut menutup Jalan Kabupaten, mengakibatkan akses terhenti selama 300 m dengan kerusakan lahan sawah seluas 1368 m². Meski tidak ada korban jiwa, jalan tak dapat dilalui kendaraan. Saat ini, masyarakat berjaga-jaga dan bersama FORKOPIMCAM Majenang melakukan pendataan serta membutuhkan bantuan alat berat, SDM, dan peralatan makan. Cuaca berawan, dan antisipasi longsor susulan telah diambil. Semoga bantuan segera diberikan untuk pemulihan wilayah tersebut.

Penanganan BPBD Kab. Sragen terhadap Tanah longsor yang melanda Dk. Gilis, Ds. Katelan, Kab. Sragen

Tanah longsor melanda Dk. Gilis, Ds. Katelan, Kab. Sragen, saat hujan intensitas tinggi pada pukul 16.30 WIB. Bapak Nano Widianto, Perangkat Desa Katelan, melaporkan kejadian tersebut. Empat pemilik rumah terdampak, seperti Supomo (68 tahun), Darwati (66 tahun), Sutarmo (60 tahun), dan Suroto (51 tahun). Bronjong seluas ± 55m x 6m x 6,5m longsor, menyebabkan kerugian sekitar Rp. 300.000.000. Meskipun tidak ada korban atau pengungsi, kejadian ini membahayakan pemilik rumah dan dapat memicu longsor susulan. Upaya penanganan awal dilakukan oleh BPBD Kab. Sragen, termasuk kajian kebutuhan logistik. Rekomendasi: kosongkan rumah, penanganan tanah terdampak, dan evaluasi terus-menerus.

TRC BPBD Kab. Sragen untuk melakukan Kaji Cepat ( Assesment ) Longsor di Ds. Tenggak, Kec. Sidoharjo, Kab. Sragen.

Satgas BPBD Sragen, melaporkan kejadian tanah longsor di Dk. Nyawak Rt 01, Ds. Tenggak, Kec. Sidoharjo, Kab. Sragen. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB setelah hujan intensitas sedang. Pemilik tanah, Nardi, seorang pria berusia 63 tahun, mengalami kerugian signifikan dengan rumah huninya yang tidak dapat dihuni lagi karena longsor seluas 5 meter, lebar 1.5 meter, dan kedalaman 4 meter. Tidak ada bantuan medis yang diperlukan, namun kerugian diperkirakan mencapai Rp. 60.000.000 berdasarkan nilai rumah dan tanah. Rumah sementara telah disediakan oleh warga sekitar. BPBD Kab. Sragen telah melakukan Assessment dan memberikan himbauan kepada warga untuk waspada terhadap hujan lebat. Kejadian serupa pernah terjadi pada 17 Februari 2023, dan hari ini terjadi penambahan longsoran seukuran 5 m x 1.5 m.

BPBD Klaten Assessment Awal Talud longsor 9m lebar ±40cm panjang ±30m Desa Kranggan Kecamatan Polanharjo.

Pada hari Minggu, tanggal 7 Januari 2023, pukul 09:00, terjadi kejadian tanah longsor di Desa Tegalsana Mulyo, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Kejadian disebabkan pondasi yang tidak kuat menahan beban tanah uruk. Lokasi koordinat kejadian berada di DK Tegalsana Mulyo RT 3 RW DS Kranggan (464770, 9159195).

Talut penyangga pekarangan milik BP H Sarjono baru dibangun kurang dari 6 bulan dan longsor, menutup aliran sungai saluran sekunder Boto, mengancam lahan pertanian dan rumah BP H Sarjono. Pukul 13:00 dilakukan Assessment Awal oleh TRC-PB BPBD Klaten.

Upaya penanganan melibatkan alat berat untuk membersihkan puing-puing longsoran. Korban jiwa nihil, namun terjadi dampak signifikan pada lahan pertanian dan rumah. Diperlukan terpal, logistik, dan bronjong besi sebagai kebutuhan mendesak. Sumber informasi dari BP Saifudin, Kadus Kranggan, dan Lilik (keluarga).

Dokumentasi terlampir, dengan dukungan potensi penanganan dari TRC-PB BPBD, perangkat desa, warga, dan Koramil Polanharjo. Personil TRC yang terlibat antara lain Arif Dalbo dan Tri Jualianto.