BPBD PROVINSI JAWA TENGAH

Jl. Imam Bonjol 1F Semarang | Tel. 024-3519927, 3519904 | email: bpbd@jatengprov.go.id



KEBAKARAN DI KOTA SEMARANG

Terjadi kebakaran pada Rabu , 31 Agustus 2022, Pukul 09.00 WIB di Kecamatan Gayamsari Kelurahan Sambirejo Jl. Sidorejo RT 07 RW 07 Kota Semarang. Kronologi kejadian bahwa Rumah ditinggal kerja oleh pemiliknya terjadi kebakaran di bagian kamar dan juga kamar mandi dengan panjang +- 12M dan Lebar 8M. Dapat dipadamkan oleh warga beserta 3 Unit Pemadam Kebakaran. Akibat kejadian tersebut 1 rumah warga terbakar an. Ibu Sri Wahyuni (Pemilik). BPBD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kelurahan/Kecamatan, serta instansi terkait lainnya mendatangi lokasi melakukan assestment dan mengambil dokumentasi, dan memberikan bantuan.

TANAH LONGSOR DI KAB.WONOSOBO

Terjadi tanah longsor pada Kamis, 24 Agustus 2022 Pukul 24.00 WIB di Dsn. Panerusan RT 05/03, Ds. Panerusan, Kecamatan Wadaslintang, Kab. Wonosobo. Tanah Longsor diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi dari sore hingga tengah malam, erosi Sungai Kalikatul dan kemiringan lereng cukup terjal antara sungai dan rumah warga yang menyebabkan retakan tanah +- 200m. Pernah terjadi longsor pada tahun 1988 dan dimungkinkan terjadi perulangan kejadian bencana. Akibat kejadian tersebut 5 rumah warga mengalami retak retak pada dinding dan lantai dengan kerugian Rp. 85.000.000,- BPBD Kab. Wonosobo telah melakukan assesmen ke lokasi terdampak. Penambalan retakan tanah, koordinasi lebih lanjut dengan dinas teknis terkait serta himbauan kepada warga dan perangkat desa juga elah dilakukan.

Kaynak : antalya haber

TANAH LONGSOR DI KOTA SEMARANG

Terjadi tanah longsor pada Selasa,30 Agustus 2022 Pukul 16.00 WIB di Jalan Borobudur 12 RT. 10 RW. 12, Kel. Kembangarum, Kec. Semarang Barat. Erosi air hujan dan dekat dengan sungai kecil sehingga menyebabkan tanah ambles diamater 2 M dengan kedalaman 4 M dengan kerugian Rp. 5.000.000,- BPBD Kota Semarang bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kelurahan/Kecamatan, instansi terkait dan warga masyarakat melakukan assestment di lokasi kejadian. Melakukan kerja bakti pembersihan material tanah dan pemberian bantuan.

GELOMBANG TINGGI DI KAB.CILACAP

Terjadi gelombang tinggi pada Senin, 29 Agustus 2022 Pukul 10.30 s/d 12.30 WIB update Per Selasa, 30 Agustus 2022 Pukul 20.26 WIB di:

  1. Pantai Sodong Desa Karangbenda Kec. Adipala;
  2. Pantai Cemara Sewu Bunton Kec. Adipala;
  3. Pantai Jetis, Pantai Congot dan pantai Cemara Sewu Kec. Nusawungu;
  4. Pantai Kmaulyan Kec. Cilacap Selatan.

Penyebab kejadian:

  1. Gelombang air laut dengan ketinggian sekitar 1,5 meter sampai dengan 3 meter;
  2. Sikon sepanjang pantai cilacap dari pantai areal 70 s/d Pantai Jetis saat ini dan sampai hari Rabu, 31 Agustus 2022.

Kronologi:

Pemantauan ketinggian gelombang air laut di sepanjang pesisir selatan Cilacap menunjukkan  ketinggian gelombang sekitar 1 m sampai dengan 4 m yang bersumber dari penjaga pantai. Tidak terjadi Banjir Rob.

Upaya:

  1. Memberi Himbauan kepada  Pedagang dan Pengunjung Wisata untuk selalu Waspada dengan Gelombang air Pasang yang cukup tinggi.
  2. Koordinasi Bersama Petugas Keamanan dan Penjaga Pantai setempat.
  3. Situasi terkini Aman dan Kondusif.

Beberapa Tautan Terkait

  • Bencana alam terjadi di luar kendali kita. yang ada dalam kendali kita adalah sikap kita dalam menghadapi musibah tersebut.
  • Berilah bantuan kepada orang-orang yang tertimpa musibah, karena mereka dengan senang hati akan membantu anda jika anda yang tertimpa musibah.
  • Alam diciptakan dengan indahnya. Setiap bencana yang terjadi adalah cara alami alam dalam merawat keindahannya.
  • Bencana alam adalah pengingat bagi kita bahwa kita harus lebih memperhatikan keseimbangan alam, lebih memperhatikan kemanusiaan, lebih memperhatikan hakikat diri.
  • Jika anda bersyukur atas apa yang ada saat musibah terjadi, itu adalah tanda-tanda kalau anda siap untuk diberikan jutaan nikmat yang melimpah.
  • Setiap kenikmatan adalah musibah jika kita menyikapinya dengan buruk. Setiap musibah adalah kenikmatan jika kita menyikapinya dengan baik.
  • Kemarin dan esok adalah hari ini. Bencana dan keberuntungan sama saja. Langit di luar, langit di badan, bersatu dalam jiwa” [W.S. Rendra]
  • Dalam alam yang indah dan tenang, kita belajar akan keindahan. Dalam alam yang dihinggapi bencana, kita belajar pentingnya merawat keindahan tadi.
  • Semakin kita menelantarkan lingkungan hidup, semakin sering kita melihat bencana tercipta.