Rapat Evaluasi PPID 2025 dan Persiapan Optimalisasi PPID 2026

Semarang – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Tengah melaksanakan rapat evaluasi pelaksanaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Tahun 2025 sekaligus persiapan optimalisasi penyelenggaraan PPID Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 3 Maret 2026, bertempat di Ruang Rapat Gedung A BPBD Provinsi Jawa Tengah.
Rapat dihadiri oleh para Kepala Bidang, Kepala Subbagian, Jabatan Fungsional Penyetaraan, serta staf yang terlibat dalam pengelolaan PPID di lingkungan BPBD Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan informasi publik serta meningkatkan kualitas layanan keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Dalam rapat tersebut dibahas beberapa hal penting, di antaranya penunjukan personel dalam Surat Keputusan (SK) PPID Tahun 2026, termasuk pembentukan tim pengelola media sosial dan website serta kontributor data dari masing-masing bidang dan subbagian. Selain itu, juga disepakati perlunya perbaikan penataan ruang layanan informasi beserta penetapan petugas yang bertanggung jawab dalam pengelolaannya.
Berdasarkan hasil penilaian PPID Tahun 2025, BPBD Provinsi Jawa Tengah juga akan melakukan perbaikan pada beberapa komponen penilaian, antara lain Self Assessment Questionnaire (SAQ) dan uji kompetensi. Langkah ini dilakukan sebagai upaya peningkatan kinerja pengelolaan informasi dan dokumentasi agar lebih optimal.
Selain itu, dalam rangka pemenuhan standar layanan informasi publik, BPBD Provinsi Jawa Tengah akan segera menyusun dan menetapkan Daftar Informasi Publik (DIP) serta Daftar Informasi yang Dikecualikan (DIK). Dokumen tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung keterbukaan informasi publik serta pengelolaan PPID yang lebih baik.
Melalui kegiatan ini, BPBD Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik. Evaluasi dan langkah perbaikan yang dilakukan diharapkan dapat mendorong peningkatan kinerja PPID sehingga pada penilaian mendatang BPBD Provinsi Jawa Tengah dapat mencapai kualifikasi informatif.
Hasil Survey Kepuasan Masyarakat (SKM) BPBD Provinsi Jawa Tengah Semester I Tahun 2025

Pelaksanaan Survey Kepuasan Masyarakat (SKM) di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Tengah Semester II Tahun 2025 secara umum mencerminkan tingkat kualitas yang Baik dengan nilai SKM 92.5 kategori Sangat Baik.

Dengan 3 unsur pelayanan dengan nilai tertinggi yaitu Biaya, Perilaku Pelaksana dan Aduan. Terima kasih kami ucapkan kepada masyarakat atas partisipasinya dalam Survey Kepuasan Masyarakat. Melalui hasil survei ini, BPBD Provinsi Jawa Tengah akan meningkatan kualitas pelayanan di BPBD Provinsi Jawa Tengah.
#IndeksKepuasanMasyarakat
#SurveyKepuasanMasyarakat
SALAM TANGGUH.
SALAM KEMANUSIAAN.
DESK EVALUASI DAN REVISI PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

Dalam upaya mendorong penyelenggaraan pemerintah yang lebih efektif, efisien dan akuntabel untuk pelayanan publik yang lebih baik, BPBD Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Biro Organisasi Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Desk Evaluasi Dan Revisi Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Tahun 2025.
Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan mengenai berbagai proses penyelenggaraan aktivitas organisasi, bagaimana dan kapan harus dilakukan, dimana dan oleh siapa dilakukan.

Kegiatan Selanjutnya yaitu Desk review dari Standar Operasional Prosedur (SOP) Tahun 2025 dari masing-masing bagian/bidang yang terlah disusun sebelumnya.
#ProvinsiJawaTengah
#NgopeniNglakoniJateng
#GubernurJateng
#WakilGubernurJateng
#SalamTangguh
#SalamKemanusiaan
#SiapUntukSelamat
#BudayaSadarBencana
#KitaJagaALAMJagaKita
Laporan Mingguan: 4 Kejadian Bencana dan 23 Kejadian Non Bencana Terjadi di Jawa Tengah (Periode 16–22 Juni 2025)
Semarang – BPBD Provinsi Jawa Tengah mencatat sebanyak 4 kejadian bencana dan 23 kejadian non bencana terjadi selama periode 16 – 22 Juni 2025. Berbagai jenis bencana dan kejadian non-bencana melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah, menyebabkan dampak terhadap masyarakat dan lingkungan.













