BPBD PROVINSI JAWA TENGAH

Jl. Imam Bonjol 1F Semarang | Tel. 024-3519927, 3519904 | email: bpbd@jatengprov.go.id



TANAH LONGOR DI KAB.BREBES

Terjadi tanah longsor pada Senin, 19 September 2022 Pukul 22.00 WIB di Dk Embel RT 11 RW 01 Desa pandansari Kec.paguyagan Kab.Brebes. penyebab kejadian akibat curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.kronologi kejadian akibat curah hujan dengan intensitas sedang-tinggi yang terjadi di Brebes selatan dari 16.00 WIB-23.00 WIB mengakibatkan longsornya tebing penahan hunian warga di dukuh Embel RT 11 RW 01 desa Pandansari Paguyangan dan material longsor menimpa Dapur 2 rumah yang berada di bawahnya.dua rumah rusak ringan milik Bapak Warsino Dengan kerusakan parah pada bagian dapur dengan dimensi tinggi 6 meter panjang 4 meter longsor menyebabkan rusaknya alat dapur. Dan Rumah Bapak Purwandi (69th) Talud penahan tebing yang juga sebagai dinding dapur dengan dimensi panjang 4 meter dan tinggi 3 meter dengan kerusakan sedang.

Upaya:

  • SATGAS PB BPBD Brebes melakukan assesment terkait kronologi dan dampak kejadian. Pendirian posko darurat dilokasi kejadian.
  • Masyarakat melakukan giat kerjabakti evakusi material longsor.
  • SATGAS-PB BPBD Brebes menghimbau kepada warga untuk selalu berhati-hati dan waspada dalam beraktifitas baik didalam maupun luar ruangan mengingat sekarang Cuaca tidak menentu dan terkadang cukup extrim.

UPDATE TANAH LONGSOR DI KAB.BANYUMAS

Terjadi tanah longsor pada Senin, 19 September 2022 Pukul 19.30 WIB di kelurahan Arcawinangun RT 4 RW 4 Kec. Purwokerto timur Kab.Banyumas. penyebab hujan dengan internsitas tinggi di wilayah hilir sungai peluas, banjir bandang yang menerjang terbing dnegan kontur kemiringan 90° mengakibatkan erosi pada tebing tersebut. Kronologi kejadian

Senin, 19 September 2022 Pukul 17.00 WIB, Sungai Pelus mengalami banjir yang cukup besar (Bandang) sehingga mengakibatkan Erosi pada Tebing Sungai dan Pada Pukul 19:30 WIB, Rumah Bapak Hari Sabar mengalami longsor akibat Erosi tersebut dan mengakibatkan 1 orang An. Ibu Susilowati sedang dikamar pada saat kejadian ikut terbawa longsoran. Selain 1 Rumah yang terdampak longsoran, terdapat 2 unit rumah yang terdampak longsoran akibat erosi tersebut. Dari kejadian tersebut tiga rumah rusak, dan satu korban hilang atas nama ibu Susilowati, umur: 86 tahun, kondisi: sedang sakit tidak bisa jalan. Catatan: survivor sudah ditemukan kondisi meninggal dunia (MD)

Pengungsi : 4 KK(21jiwa)

Upaya:

  • BPBD Kab. Banyumas melaksanakan kaji cepat dan evakuasi korban.
  • Pendirian posko darurat di lokasi kejadian
  • Kegiatan pemenuhan logistic/dapur umum dan penyediaan air bersih dari BPBD Kab.Banyumas untuk warga terdampak dan Tim Sar.
  • Evakuasi jenazah korban MD yang ditemukan sudah diangani oleh inafis dan dibawa ke rumah sakit

TANAH LONGSOR DI KAB.BANYUMAS

Terjadi tanah longsor pada Senin, 19 September 2022 Pukul 19.30 WIB di kelurahan Arcawinangun RT 4 RW 4 kecamatan Purwokerto timur. Penyebab hujan intensitas tinggi di wilayah hilir sungai pelus. Banjir bandang yang menerjang Tebing panjang 150m, lebar 15m, tinggi 15m dengan kontur kemiringan 90° sehingga terjadi erosi di tebing tersebut.kronologi

Pada Hari Senin Tanggal 19 September 2022 Pukul 17.00 WIB, Sungai Pelus mengalami banjir yang cukup besar (Bandang) sehingga mengakibatkan Erosi pada Tebing Sungai dan Pada Pukul 19:30 WIB, Rumah Bapak Hari Sabar mengalami longsor akibat Erosi tersebut dan mengakibatkan 1 orang an. Ibu Susilowati sedang dikamar pada saat kejadian ikut terbawa longsoran dan untuk kondisi terkini korban masih belum ditemukan. Kejadian tersebut juga berdampak pada 2 rumah lainnya.

Data korban:

Nama: Ibu Susilowati, Umur: 86 Tahun, Kondisi: Sedang sakit tidak bisa jalan.

 Catatan: Korban belum ditemukan.

Upaya:

  • BPBD Banyumas bersama Tim SAR Gabungan masih melakukan upaya pencarian korban.
  • Status penanganan masih dalam proses pencarian.

KEBAKARAN DI KOTA SEMARANG

Terjadi kebakaran pada Senin, 19 September 2022 Pukul 11.00 WIB Jl.Genuksari RT.02 RW.06 Kel. Genuksari Kec. Genuk Kota Semarang.penyebab kayu yang ditinggal.

Telah terjadi kebakaran rumah Bapak Sugiharto yang pergi keluar rumah setelah sebelumnya merebus air menggunakan kayu bakar hingga memicu kebakaran. Kerugian yakni Rumah, TV, Perabot rumah tangga diperkirakan Rp75.000.000.

Upaya: 

  • Warga berkoordinasi dengan Ketua RT, RW, serta Kelurahan/Kecamatan menghubungi BPBD serta instansi terkait.
  • BPBD Kota Semarang, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kelurahan/Kecamatan, serta instansi terkait lainnya mendatangi lokasi melakukan Assesment dan mengambil dokumentasi.

Status penanganan selesai.

Beberapa Tautan Terkait

  • Bencana alam terjadi di luar kendali kita. yang ada dalam kendali kita adalah sikap kita dalam menghadapi musibah tersebut.
  • Berilah bantuan kepada orang-orang yang tertimpa musibah, karena mereka dengan senang hati akan membantu anda jika anda yang tertimpa musibah.
  • Alam diciptakan dengan indahnya. Setiap bencana yang terjadi adalah cara alami alam dalam merawat keindahannya.
  • Bencana alam adalah pengingat bagi kita bahwa kita harus lebih memperhatikan keseimbangan alam, lebih memperhatikan kemanusiaan, lebih memperhatikan hakikat diri.
  • Jika anda bersyukur atas apa yang ada saat musibah terjadi, itu adalah tanda-tanda kalau anda siap untuk diberikan jutaan nikmat yang melimpah.
  • Setiap kenikmatan adalah musibah jika kita menyikapinya dengan buruk. Setiap musibah adalah kenikmatan jika kita menyikapinya dengan baik.
  • Kemarin dan esok adalah hari ini. Bencana dan keberuntungan sama saja. Langit di luar, langit di badan, bersatu dalam jiwa” [W.S. Rendra]
  • Dalam alam yang indah dan tenang, kita belajar akan keindahan. Dalam alam yang dihinggapi bencana, kita belajar pentingnya merawat keindahan tadi.
  • Semakin kita menelantarkan lingkungan hidup, semakin sering kita melihat bencana tercipta.