Tag: banjir
BPBD Kab. Blora Turun Lokasi Lakukan Penanganan Bencana Banjir di Beberapa Wilayah Kabupaten Blora
Banjir pada Minggu, 4 Februari 2024, Pukul 17.00 merendam beberapa desa di Kabupaten Blora. Kejadian bermula karena hujan tinggi sehingga menyebabkan sungai yang melintasi beberapa wilayah Kab. Blora meluap dan berdampak banjir di pemukiman warga, sekolah, kantor desa, dan jalan. Banjir tersebut merendam 3 kecamatan di Kab. Blora di antaranya Kecamatan Jiken, Cepu, dan Kedungtuban. Walaupun tidak ada korban jiwa, banjir menyebabkan aktivitas warga terganggu karena akses jalan susah dilalui. Selain itu, fasilitas seperti jembatan, sekolah juga ikut terdampak banjir tersebut. Di Desa Cabak, Kecamatan Jiken, banjir merendam rumah warga dengan ketinggian air 40-50 cm. Lalu, Di Kecamatan Cepu terdapat 3 desa yang terendam yaitu Desa Kentong dengan ketinggian air 30-50 cm yang merendam 5 rumah, Desa Mulyorejo dengan ketinggian air 20-40 cm yang merendam 25 rumah, 3 sekolah dan 1 kantor desa, dan Desa Tambakromo dengan ketinggian air 30-50 cm yang merendam 17 rumah dan 1 sekolah. Sedangkan di Desa Kedungtuban, Kecamatan Kedungtuban banjir dengan ketinggian air 30-50 cm merendam akses jalan dam jembatan penghubung Desa Kedungtuban-Galuk. Menanggapi kejadian tersebut, BPBD Kab. Blora melakukan assesment dan penanganan di lokasi bencana.
Tanggul dan pondasi di Tiga Desa di Kab. Kebumen Longsor dan Jebol Akibat Banjir, BPBD Kab. Kebumen Lakukan Assesment
Tingginya intensitas hujan di Kabupaten Kebumen mengakibatkan air sungai meluap dan berujung banjir pada Selasa, 23 Januari 2024, Pukul 04.00 WIB. Akibat dari banjir tersebut, tanggul dan pondasi di 3 desa di Kab. Kebumen longsor dan jebol. Ketiga desa tersebut terletak di 2 Kecamatan yaitu Desa Pasir yang berada di Kecamatan Ayah, serta Desa Sidomukti dan Tegalsari yang berada di Kecamatan Adimulyo. Di Desa Pasir, hujan yang deras mengakibatkan air sungai salam meluap sehingga berdampak pada longsornya pondasi kantor Bumdes Pasir. Untuk kondisi terkini, penanganan sementara dilakukan untuk menutup pondasi yang longsor menggunakan terpal. Sedangkan di Desa Sidomukti dan Tegalsari, derasnya hujan dan luapan air banjir mengakibatkan jebolnya tanggul di kedua wilayah desa tersebut. Dalam penanganan ini, warga berkoordinasi dengan ketua RT, RW serta kelurahan/kecamatan untuk menghubungi BPBD Kab. Kebumen serta instansi terkait. Selanjutnya, BPBD Kab. Kebumen melakukan assesment dan dokumentasi dalam kejadian tersebut.
Bahaya Listrik Saat Terjadi Bencana Banjir

Banjir dapat meningkatkan risiko bahaya listrik yang serius. Selama bencana banjir, risiko kontak air dengan sumber listrik dapat menyebabkan kejadian berbahaya. Salah satu ancaman utama adalah terendamnya instalasi listrik atau perangkat listrik di dalam air banjir, yang dapat menyebabkan korsleting atau konsleting listrik.
Air banjir dapat merusak sistem kelistrikan, menyebabkan pemadaman listrik yang mendalam. Selain itu, kontaminasi air banjir dengan bahan kimia atau limbah dapat memperburuk risiko kebakaran dan kerusakan peralatan listrik. Selama banjir, terdapat potensi tersengat listrik bagi orang-orang yang berada di air atau di dekat area terendam.
Mengingat pentingnya listrik dalam kehidupan sehari-hari, pemahaman akan bahaya tersebut sangat penting. Masyarakat harus waspada terhadap perangkat listrik yang terendam atau rusak selama banjir dan segera melaporkan kondisi tersebut kepada otoritas setempat. Selain itu, langkah-langkah keamanan tambahan, seperti mematikan daya listrik di rumah, dapat membantu mengurangi risiko potensial.
Dalam situasi banjir, edukasi masyarakat tentang bahaya listrik dan tindakan pencegahan yang tepat dapat menyelamatkan nyawa dan melindungi properti. Kesadaran akan potensi bahaya listrik selama bencana banjir merupakan langkah kunci untuk meningkatkan keselamatan masyarakat.
Air Sungai Waridin Meluap, BPBD Kab. Kendal Bergotong Royong Bersama Warga Melakukan Pemasangan Tanggul Darurat
Pada Rabu, 17 Januari 2024, Pukul 15.50 WIB terjadi banjir di daerah aliran Sungai Waridin, Desa Kebonadem RT 03 RW 03, Kecamatan Brongsong, Kabupaten Kendal. Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit Sungai Waridin naik, sehingga luapan air limpas memasuki perumahan warga. Tidak ada korban jiwa, namun luapan air tersebut menyebabkan banjir dan beberapa rumah warga terendam. Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Kendal melakukan pendataan dan pemasangan tanggul darurat yang dibantu oleh warga sekitar. Pemasangan tanggul darurat bertujuan agar air luapan sungai tidak naik ke area pemukiman warga.
