Author: rahma ulya

 

SIMULASI BENCANA KEBAKARAN GEDUNG SEKOLAH DI SMA LABORATORIUM UPGRIS KOTA SEMARANG, 14 APRIL 2026

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan simulasi bencana kebakaran di SMA Laboratorium UPGRIS Kota Semarang pada tanggal 14 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian launching Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMA Laboratorium UPGRIS Kota Semarang, sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan budaya sadar bencana di lingkungan sekolah.

Simulasi diikuti oleh seluruh warga sekolah, meliputi siswa, guru, serta tenaga kependidikan. Dalam kegiatan ini, peserta diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran, mulai dari proses evakuasi, penggunaan jalur penyelamatan, hingga titik kumpul yang aman.

 

Selain simulasi, BPBD Provinsi Jawa Tengah juga memberikan edukasi terkait teknik dasar pemadaman api. Kegiatan ini dilengkapi dengan praktik langsung penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), sehingga siswa dan guru dapat memahami serta mengaplikasikan cara penanganan kebakaran secara tepat dan aman.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh warga sekolah memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan yang memadai dalam menghadapi potensi bencana kebakaran, serta mampu menjadi bagian dari upaya pengurangan risiko bencana di lingkungan pendidikan.

BPBD Provinsi Jawa Tengah Fasilitasi Edukasi Bencana di TK Semesta Kota Semarang

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah memfasilitasi kegiatan edukasi kebencanaan bagi siswa-siswi TK Semesta Kota Semarang pada tanggal 14 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman dasar mengenai kebencanaan sejak usia dini, khususnya terkait potensi gempa bumi dan langkah-langkah yang perlu dilakukan saat terjadi bencana.

Dalam kegiatan tersebut, BPBD menyampaikan sosialisasi berupa pengenalan jenis bencana secara sederhana serta cara menghadapi gempa bumi. Selain itu, dilakukan pula simulasi sederhana mengenai tindakan penyelamatan diri saat terjadi gempa, seperti berlindung di bawah meja dan menjauhi benda-benda berbahaya.

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dan ceria, disesuaikan dengan karakter anak usia taman kanak-kanak, sehingga peserta dapat mengikuti kegiatan dengan antusias tanpa merasa bosan. Pendekatan edukatif yang menyenangkan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman sekaligus membentuk kesiapsiagaan anak sejak dini.

Melalui kegiatan ini, BPBD Provinsi Jawa Tengah terus mendorong upaya pengurangan risiko bencana melalui edukasi yang inklusif dan berkelanjutan, termasuk kepada kelompok usia dini sebagai bagian penting dalam membangun budaya sadar bencana di masyarakat.

FGD Penyusunan RPKB Kota Tegal 2026–2030

BPBD Provinsi Jawa Tengah menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Kedaruratan Bencana (RPKB) Kota Tegal Tahun 2026–2030 yang dilaksanakan pada 7 April 2026 di Ruang Rapat Lantai II Setda Kota Tegal.

Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Tegal, drg. Agus Dwi Sulistyantono, M.M., ini diikuti oleh 35 peserta dari OPD terkait kebencanaan. FGD bertujuan untuk memperoleh masukan serta melakukan verifikasi data awal sebagai bahan penyusunan dokumen RPKB.

Dalam kegiatan tersebut disampaikan laporan awal yang memuat gambaran umum wilayah, potensi ancaman bencana, serta skenario penanganan kedaruratan. Selanjutnya dilakukan verifikasi dan pembahasan data dukung dari masing-masing OPD, meliputi sumber daya manusia, sarana prasarana, dan kapasitas kelembagaan.

Hasil pembahasan menunjukkan masih terdapat beberapa data yang perlu dilengkapi agar lebih akurat dan mutakhir, khususnya terkait personel dan peralatan. Diskusi juga menghasilkan masukan terkait penyelarasan peran antar OPD dan penguatan koordinasi saat tanggap darurat.

Sebagai tindak lanjut, seluruh OPD diminta segera melengkapi dan mengunggah data dukung sesuai batas waktu yang ditentukan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam penyusunan dokumen RPKB yang komprehensif dan aplikatif, dengan dukungan koordinasi dan pendampingan dari BPBD Provinsi Jawa Tengah.

SOSIALISASI KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPA BUMI DI SMP N 7 Kota Semarang

BPBD Provinsi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi di SMP Negeri 7 Kota Semarang pada Jumat, 2 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kesiapsiagaan siswa-siswi dan seluruh warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan materi mengenai pengenalan jenis-jenis bencana, khususnya gempa bumi, termasuk penyebab, karakteristik, serta dampaknya terhadap lingkungan dan kehidupan. Selain itu, siswa juga dibekali pengetahuan terkait langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa bumi sebagai upaya meminimalisir risiko.


BPBD Provinsi Jawa Tengah juga memberikan pemahaman mengenai peran siswa dalam situasi darurat, antara lain menjaga keselamatan diri, membantu sesama, serta mengikuti prosedur evakuasi yang telah ditetapkan. Tidak hanya itu, peserta juga diperkenalkan dengan tindakan awal dalam membantu korban, termasuk teknik dasar pertolongan pertama (P3K).
Sebagai bagian dari kegiatan, dilaksanakan pula simulasi gempa bumi. Simulasi ini bertujuan untuk melatih kesiapan, kecepatan, serta ketepatan respons dalam menghadapi situasi darurat secara nyata.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat terbentuk budaya sadar bencana di lingkungan sekolah serta tercipta sekolah yang tangguh, sigap, dan siap menghadapi kondisi darurat akibat bencana gempa bumi.