Tag: Pencegahan dan Kesiapsiagaan
FGD Penyusunan RPKB Kota Tegal 2026–2030

BPBD Provinsi Jawa Tengah menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Kedaruratan Bencana (RPKB) Kota Tegal Tahun 2026–2030 yang dilaksanakan pada 7 April 2026 di Ruang Rapat Lantai II Setda Kota Tegal.
Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Tegal, drg. Agus Dwi Sulistyantono, M.M., ini diikuti oleh 35 peserta dari OPD terkait kebencanaan. FGD bertujuan untuk memperoleh masukan serta melakukan verifikasi data awal sebagai bahan penyusunan dokumen RPKB.
Dalam kegiatan tersebut disampaikan laporan awal yang memuat gambaran umum wilayah, potensi ancaman bencana, serta skenario penanganan kedaruratan. Selanjutnya dilakukan verifikasi dan pembahasan data dukung dari masing-masing OPD, meliputi sumber daya manusia, sarana prasarana, dan kapasitas kelembagaan.

Hasil pembahasan menunjukkan masih terdapat beberapa data yang perlu dilengkapi agar lebih akurat dan mutakhir, khususnya terkait personel dan peralatan. Diskusi juga menghasilkan masukan terkait penyelarasan peran antar OPD dan penguatan koordinasi saat tanggap darurat.
Sebagai tindak lanjut, seluruh OPD diminta segera melengkapi dan mengunggah data dukung sesuai batas waktu yang ditentukan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam penyusunan dokumen RPKB yang komprehensif dan aplikatif, dengan dukungan koordinasi dan pendampingan dari BPBD Provinsi Jawa Tengah.
SOSIALISASI KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPA BUMI DI SMP N 7 Kota Semarang
BPBD Provinsi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi di SMP Negeri 7 Kota Semarang pada Jumat, 2 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kesiapsiagaan siswa-siswi dan seluruh warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan materi mengenai pengenalan jenis-jenis bencana, khususnya gempa bumi, termasuk penyebab, karakteristik, serta dampaknya terhadap lingkungan dan kehidupan. Selain itu, siswa juga dibekali pengetahuan terkait langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa bumi sebagai upaya meminimalisir risiko.

BPBD Provinsi Jawa Tengah juga memberikan pemahaman mengenai peran siswa dalam situasi darurat, antara lain menjaga keselamatan diri, membantu sesama, serta mengikuti prosedur evakuasi yang telah ditetapkan. Tidak hanya itu, peserta juga diperkenalkan dengan tindakan awal dalam membantu korban, termasuk teknik dasar pertolongan pertama (P3K).
Sebagai bagian dari kegiatan, dilaksanakan pula simulasi gempa bumi. Simulasi ini bertujuan untuk melatih kesiapan, kecepatan, serta ketepatan respons dalam menghadapi situasi darurat secara nyata.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat terbentuk budaya sadar bencana di lingkungan sekolah serta tercipta sekolah yang tangguh, sigap, dan siap menghadapi kondisi darurat akibat bencana gempa bumi.
KEGIATAN IDENTIFIKASI DAN SOSIALISASI DAERAH RAWAN BENCANA, DESA TALUN, KEC. KEMALANG, KAB. KLATEN

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Identifikasi dan Sosialisasi Daerah Rawan Bencana di Desa Talun Kec. Kemalang Kab. Klaten pada 2 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana yang ada di wilayahnya.
Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 50 orang peserta yang berasal dari unsur masyarakat setempat, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan kelompok masyarakat lainnya. Melalui kegiatan ini, BPBD Provinsi Jawa Tengah memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai berbagai potensi ancaman bencana yang mungkin terjadi di wilayah Desa Talun dan sekitarnya, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan proses identifikasi daerah rawan bencana dengan melibatkan partisipasi masyarakat setempat. Pendekatan partisipatif ini dilakukan agar masyarakat dapat mengenali secara langsung kondisi lingkungan di wilayahnya, termasuk titik-titik yang memiliki potensi kerawanan bencana seperti longsor, banjir, maupun ancaman bencana lainnya. Dengan keterlibatan masyarakat secara aktif, diharapkan informasi yang dihasilkan menjadi lebih akurat dan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Bapak Hartanto. Beliau memaparkan materi mengenai Partisipasi Masyarakat sebagai Agen Penanggulangan Bencana Daerah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami kondisi kerawanan bencana di wilayahnya serta meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat menjadi masyarakat yang lebih tangguh dan siap siaga, sehingga dampak bencana dapat diminimalisir serta keselamatan masyarakat dapat lebih terjaga.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen BPBD Provinsi Jawa Tengah dalam memperkuat upaya pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, partisipasi, dan kesiapsiagaan masyarakat di daerah-daerah yang memiliki potensi kerawanan bencana.
KEGIATAN IDENTIFIKASI DAN SOSIALISASI DAERAH RAWAN BENCANA, DESA LANGENHARJO, KEC. SUKOHARJO, KAB. SUKOHARJO

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Identifikasi dan Sosialisasi Daerah Rawan Bencana di Desa Langenharjo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Klaten pada 8 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana yang ada di wilayahnya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 50 orang peserta yang berasal dari unsur masyarakat setempat, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan kelompok masyarakat lainnya. Melalui kegiatan ini, BPBD Provinsi Jawa Tengah memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai berbagai potensi ancaman bencana yang mungkin terjadi di wilayah Desa Jurangjero dan sekitarnya, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan.
Dalam kegiatan ini juga dilakukan proses identifikasi daerah rawan bencana dengan melibatkan partisipasi masyarakat setempat. Pendekatan partisipatif ini dilakukan agar masyarakat dapat mengenali secara langsung kondisi lingkungan di wilayahnya, termasuk titik-titik yang memiliki potensi kerawanan bencana seperti longsor, banjir, maupun ancaman bencana lainnya. Dengan keterlibatan masyarakat secara aktif, diharapkan informasi yang dihasilkan menjadi lebih akurat dan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Bapak Yudi Indras Wiendarto, S.E., Wakil Ketua Komisi E. Beliau memaparkan materi mengenai Partisipasi Masyarakat sebagai Agen Penanggulangan Bencana Daerah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami kondisi kerawanan bencana di wilayahnya serta meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat menjadi masyarakat yang lebih tangguh dan siap siaga, sehingga dampak bencana dapat diminimalisir serta keselamatan masyarakat dapat lebih terjaga.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen BPBD Provinsi Jawa Tengah dalam memperkuat upaya pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, partisipasi, dan kesiapsiagaan masyarakat di daerah-daerah yang memiliki potensi kerawanan bencana.
