Category: Laporan Bencana

 

Bencana Tanah Gerak Semakin Meluas dan Bertambah di Kab. Rembang, BPBD Kab. Rembang Lakukan Upaya Penanganan Bencana

Bencana tanah gerak di Kabupaten Rembang semakin meluas dan bertambah dari tahun ke tahun tepatnya di Dk. Dunglowo Ds. Landoh RT. 01 RW. 05 Kec. Sulang. Bencana yang mulanya terjadi pada tahun 2018, lalu meluas di tahun 2021, 2023 dan kini ditahun 2024 bertambah akibat curah hujan yang tinggi serta arus sungai yang deras. Kejadian tersebut menyebabkan tanah bagian bawah terguras dan membuat amblas beberapa tanah lainnya. Amblasnya tanah mengakibatkan 3 rumah warga terdampak pada Kamis, 18 Januari 2024. 1 rumah milik Bapak Tasmin mengalami roboh, dan 2 lainnya mengalami rusak parah yaitu rumah milik Ibu Ratemi dan Bapak Wanto. Menurut data, dari tahun 2018 total KK yang terdampak yakni 8 KK dari kejadian tersebut. Selain merusak rumah warga, kejadian tersebut juga menyebabkan kerusakan yang lainnya seperti kerusakan lingkungan yang meliputi sepadan sungai, kebun dan tanah milik warga dengan total luasan panjang 42 meter, lebar 38 meter, tinggi 7 meter, serta kerusakan prasarana lingkungan seperti drainase dan pipa rumah. Akibat kejadian tersebut, warga mengalami kerugian sebesar Rp. 555.000.000. Upaya penanganan terus dilakukan oleh BPBD Kabupaten Rembang dengan dilakukannya assesment pada tanggal 22 Januari 2024. Setelah itu, dilakukan kerja bakti untuk pembangunan hunian relokasi bagi warga terdampak. Saat ini 6 KK yang sudah direlokasi dengan total 5KK direlokasi di tanah milik pribadi dan 1KK direlokasi ditanah milik desa. Selain itu, BPBD Kab. Rembang juga melakukan kerja bhakti pembuatan tanggul darurat dari rajek bambu.

BPBD Kabupaten Rembang Tangani Kejadian Gelombang Pasang di Desa Gegunung Kulon

BPBD Kabupaten Rembang melaporkan telah terjadi gelombang pasang setinggi 1,7 meter dengan jarak pasang 5 meter dari garis pantai di kawasan hilir timur DAS Bedahan tepatnya di Desa Gegunung Kulon. Kejadian tersebut diakibatkan oleh cuaca ekstrem berupa gelombang tinggi pada hari Senin, 22 Januari 2024 pukul 19.00 WIB. Dampak yang ditimbulkan berupa robohnya bangunan atas talud atau bangunan pengaman pantai dengan ukuran 6 meter, lebar 4,8 meter dan tinggi 1,5 meter. Kerusakan talud di kawasan ini sudah terjadi sekira sejak tahun 2018 dan saat ini kerusakan tersebut sepanjang ± 25 meter termasuk talud di sebelah barat lokasi kejadian yang juga mengalami kerusakan dan belum dilaporkan ke BPBD sebelumnya. Kerugian kejadian gelombang pasang ini ditaksir mencapai Rp 75.000.000,-. Penanganan dilakukan BPBD Kabupaten Rembang dengan mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan kajian kawasan terdampak dan kebutuhan penanganan.

Gerakan Tanah di Dusun Siateg, Karanganyar Kerugian diperkirakan Capai Rp. 431 Juta

Pada Minggu, 28 Januari 2024, hujan deras mengakibatkan Gerakan Tanah di Dusun Siateg, Karanganyar, pukul 19.30 Wib. Tiga rumah warga mengalami kerusakan parah, merugikan total Rp. 431 juta. Bapak Sidin dan Minto harus mengungsi ke tempat tetangga dan saudara karena rumah mereka rusak berat. Kurangnya saluran drainase dan hujan deras dengan intensitas tinggi menjadi penyebab utama. Fasilitas umum seperti jalan raya dan mushola juga terdampak. Meski belum ada korban jiwa, BPBD Kab. Purbalingga, Kecamatan Karanganyar, dan Pemdes Banjarkerta terlibat aktif dalam penanganan kejadian ini. Saat ini, gerakan tanah masih terjadi, dan warga terdampak masih mengungsi.

BPBD Kabupaten Purbalingga Tangani 7 Rumah Rusak Akibat Cuaca Ekstrem di Kabupaten Purbalingga

Cuaca ekstrem hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan beberapa rumah warga mengalami kerusakan serta pohon tumbang di Kabupaten Purbalingga. Diketahui sebanyak 4 desa di 2 kecamatan yang terdampak bencana tersebut, di antaranya 1 Desa di Kecamatan Padamara, dan 3 Desa di Kecamatan Kutasari. Kejadian yang terjadi pada Rabu, 24 Januari 2024, mengakibatkan 7 rumah warga di 2 kecamatan mengalami rusak ringan yaitu rumah milik Ibu Juminah, Bapak Rohmani, Bapak Suwardi di Desa Kalitinggar Kidul, Kec. Padamara, 4 rumah lainnya di Kecamatan Kutasari yaitu rumah milik Bapak Sukarso, Bapak Sugeng di Desa Karangcegak, dan rumah milik Bapak Nuritno, Bapak Suprianto di Desa Meri. Selain itu, akses lalu lintas juga terganggu akibat tumbangnya pohon di sekitar jalan Desa Candiwulan, Kecamatan Kutasari. Saat ini, assesment dan penanganan sudah dilakukan oleh BPBD Kabupaten Purbalingga dengan dibantu unsur terlibat, seperti DISHUB Purbalingga, Polri, TNI, dan PLN.