BPBD PROVINSI JAWA TENGAH

Jl. Imam Bonjol 1F Semarang | Tel. 024-3519927, 3519904 | email: bpbd@jatengprov.go.id



Banjir Akibat Luapan Sungai Grajen, Kabupaten Boyolali Mulai Surut

Banjir luapan Sungai Grenjeng melanda Kecamatan Ngemplak pada Kamis, 11 Januari 2024, pukul 17.31 WIB. Curah hujan deras dan angin kencang menyebabkan debit sungai naik, membanjiri pemukiman warga dan merusak beberapa rumah. Dampaknya terlihat di Dk Ledok RT 03 RW 07 Ds Sawahan, Kec. Ngemplak, dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. Tiga rumah warga rusak akibat tertimpa pohon tumbang. Total 60 keluarga atau 200 jiwa terdampak, dan korban jiwa nihil. Sebanyak 29 jiwa bertahan di rumah, 127 jiwa mengungsi di rumah kerabat, dan 44 jiwa di Posko. BPBD Boyolali telah melakukan evakuasi, pendataan, dan bantuan logistik kepada warga yang terdampak. Saat ini, air mulai surut, dan penerangan listrik kembali dinyalakan.

BPBD Majenang Melakukan Pengecekan Kondisi Tanah Longsor di Desa Sepatnunggal, Kec. Majenang, Kab. Cilacap

Pada Hari Rabu, 10 Januari 2024, pukul 22.00 WIB, dilakukan kegiatan pengecekan lokasi kejadian tanah longsor di Dusun Cibaregbeg 01/05, Desa Sepatnunggal, Kec. Majenang. Longsor ini dipicu oleh musim kemarau panjang, hujan deras, dan kontur tanah tebing yang gembur.

Kejadian tersebut menutup Jalan Kabupaten, mengakibatkan akses terhenti selama 300 m dengan kerusakan lahan sawah seluas 1368 m². Meski tidak ada korban jiwa, jalan tak dapat dilalui kendaraan. Saat ini, masyarakat berjaga-jaga dan bersama FORKOPIMCAM Majenang melakukan pendataan serta membutuhkan bantuan alat berat, SDM, dan peralatan makan. Cuaca berawan, dan antisipasi longsor susulan telah diambil. Semoga bantuan segera diberikan untuk pemulihan wilayah tersebut.

Penanganan BPBD Kab. Sragen terhadap Tanah longsor yang melanda Dk. Gilis, Ds. Katelan, Kab. Sragen

Tanah longsor melanda Dk. Gilis, Ds. Katelan, Kab. Sragen, saat hujan intensitas tinggi pada pukul 16.30 WIB. Bapak Nano Widianto, Perangkat Desa Katelan, melaporkan kejadian tersebut. Empat pemilik rumah terdampak, seperti Supomo (68 tahun), Darwati (66 tahun), Sutarmo (60 tahun), dan Suroto (51 tahun). Bronjong seluas ± 55m x 6m x 6,5m longsor, menyebabkan kerugian sekitar Rp. 300.000.000. Meskipun tidak ada korban atau pengungsi, kejadian ini membahayakan pemilik rumah dan dapat memicu longsor susulan. Upaya penanganan awal dilakukan oleh BPBD Kab. Sragen, termasuk kajian kebutuhan logistik. Rekomendasi: kosongkan rumah, penanganan tanah terdampak, dan evaluasi terus-menerus.

Infografis Bencana Jawa Tengah (Januari – Desember 2023)

Jawa Tengah, sebagai salah satu provinsi di Indonesia, seringkali mengalami berbagai bencana alam. Infografis terbaru menggambarkan akumulasi bencana yang melanda wilayah ini selama beberapa tahun terakhir. Data menunjukkan peningkatan insiden gempa bumi, banjir, dan tanah longsor yang mengakibatkan kerugian signifikan. Dengan warna-warna yang mencolok, infografis ini memberikan gambaran visual tentang tingkat keparahan bencana di setiap kabupaten. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi panduan bagi pemerintah dan masyarakat dalam merancang strategi mitigasi bencana yang lebih efektif. Infografis ini memainkan peran penting dalam meningkatkan kesadaran akan risiko bencana dan mempromosikan upaya-upaya pencegahan di Jawa Tengah.

Beberapa Tautan Terkait

  • Bencana alam terjadi di luar kendali kita. yang ada dalam kendali kita adalah sikap kita dalam menghadapi musibah tersebut.
  • Berilah bantuan kepada orang-orang yang tertimpa musibah, karena mereka dengan senang hati akan membantu anda jika anda yang tertimpa musibah.
  • Alam diciptakan dengan indahnya. Setiap bencana yang terjadi adalah cara alami alam dalam merawat keindahannya.
  • Bencana alam adalah pengingat bagi kita bahwa kita harus lebih memperhatikan keseimbangan alam, lebih memperhatikan kemanusiaan, lebih memperhatikan hakikat diri.
  • Jika anda bersyukur atas apa yang ada saat musibah terjadi, itu adalah tanda-tanda kalau anda siap untuk diberikan jutaan nikmat yang melimpah.
  • Setiap kenikmatan adalah musibah jika kita menyikapinya dengan buruk. Setiap musibah adalah kenikmatan jika kita menyikapinya dengan baik.
  • Kemarin dan esok adalah hari ini. Bencana dan keberuntungan sama saja. Langit di luar, langit di badan, bersatu dalam jiwa” [W.S. Rendra]
  • Dalam alam yang indah dan tenang, kita belajar akan keindahan. Dalam alam yang dihinggapi bencana, kita belajar pentingnya merawat keindahan tadi.
  • Semakin kita menelantarkan lingkungan hidup, semakin sering kita melihat bencana tercipta.