BPBD PROVINSI JAWA TENGAH

Jl. Imam Bonjol 1F Semarang | Tel. 024-3519927, 3519904 | email: bpbd@jatengprov.go.id



ANGIN KENCANG DI KAB.MAGELANG

Terjadi angin kencang pada Rabu, 21 September 2022 Pukul 15.00 WIB di Dusun Jelapan, Desa Sidorejo, Kec.bandongan kab. Magelang. Penyebab intensitas sedang disertai angin kencang. Dampak kejadian pohon bamboo roboh dan menimpa rumah di Dusun Jelapan 002/004 milik Bp.Ahmad badarudin 2 KK / 7 jiwa mengakibatkan rumah tersebut rusak ringan pada bagian atap. Tidak ada pengungsi.

Upaya yang dilakukan:

  • Kaji cepat BPBD Kab.Magelang
  • Penanganan darurat oleh BPBD, Relawan, dan Warga.

Penanganan sudah selesai.

LONGSOR DI KAB.BANYUMAS

Terjadi tanah longsor pada Senin, 19 September 2022 Pukul 19.30 WIB, UPDATE rabu 21 September 2022 pukul 19.00 WIB di Kelurahan Arcawinangun RT 04 RW 04 Kec.Purwokerto timur Kab. Banyumas. Penyebab hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hilir sungai pelus dan banjir bandang yang menerjang tebing dengan kemiringan 90 mengakibatkan erosi pada tebing. Dampak kejadian tiga rumah rusak, dan satu orang hilang atas nama ibu susilowati, umur 86 tahun, kondisi: sedang sakit tidak bisa jalan. Catatan: survivor sudah ditemukan kondisi meninggal dunia (MD).

Pengungsi:

  • 1 KK (6 jiwa) menungsi di tetangga
  • 4 KK (21 jiwa) menungis di wisma kencana

Upaya yang dialkukan:

Kalster posko : melakukan pengecekan ketersediaan air bersih

Posko pengungsian : melakukan ketersediaan kamar pengungsi

Klaster shelter : melakukan pendataan pengungsi – melakukan edukasi kepada pengungsi

Klaster logistik : cek stok logistik kebutuhan

Klaster DU : menyiapkan makanan untuk pengungsi

Kebutuhan mendesak:

  • Air mineral 3 dus
  • Air mineral 1 galon
  • Telur,sarden 1 dus
  • Minyak goreng

KEBAKARAN DI KAB.WONOSOBO

Terjadi kebakaran pada Selasa, 20 September 2022 Pukul 22.45 WIB di Gondang RT 01 RW 01 Ds. Candi mulyo Kec.Kretek Kab.Wonosobo. kebakaran bekas bongkaran bangunan. Kronologi

Salah satu warga melihat api yang sudah cukup besar di area belakang bangunan Pondok Pesantren yang sedang dibangun dirasa dapat merambat kebangunan Pondok maka warga lapor ke Polsek Kertek diteruskan ke Mako BPBD unit Damkar. Saksi Warga melihat api cukup besar Kemudian warga berbondong-bondong bahu membahu ikut memadamkan api dengan peralatan seadanya. Rumah bapak kyai alim terbakar.

Damkar Kabupaten Wonosobo dibantu BPBD dan masyarakat sekitar memadamkan api.

KEBAKARAN DI KAB.GROBOGAN

Terjadi kebakaran pada Selasa, 20 September 2022 Pukul 19.50 WIB di Dsn Rajek RT 02 RW 02 Rajek Kec.Godong Kab.Grobogan. penyebab lupa mematikan kompor. Kronolgi Bp.Khosim (Saksi1) yang merupakan tetangga korban pada saat membenarkan listrik dirumah belakang rumah korban tiba-tiba melihat ada api yang muncul dari belakang rumah korban, kemudian Bp.Khosim berteriak meminta tolong kepada warga sekitar, Bp.khosim beserta warga selanjutnya berusaha memadamkan api dengan alat seadanya dan Api bisa dipadamkan Warga, kebetulan saat itu korban/pemilik rumah sedang tidak ada dirumah, ditinggal ke daerah Mrapen karena mengambil berkat, Kemudian salah satu warga menelpon bapak MAHMUDI (Kasi Trantip Satpol Godong) kemudian Bp.MAHMUDI (pelapor) menelpon Pos Damkar GODONG.rumah bapak sukandar terbakar pada bagian dapur , kerugian ±Rp.5.000.000, damkar Kab.Grobogan dibantu masyarakat sekitar memadamkan api.

Beberapa Tautan Terkait

  • Bencana alam terjadi di luar kendali kita. yang ada dalam kendali kita adalah sikap kita dalam menghadapi musibah tersebut.
  • Berilah bantuan kepada orang-orang yang tertimpa musibah, karena mereka dengan senang hati akan membantu anda jika anda yang tertimpa musibah.
  • Alam diciptakan dengan indahnya. Setiap bencana yang terjadi adalah cara alami alam dalam merawat keindahannya.
  • Bencana alam adalah pengingat bagi kita bahwa kita harus lebih memperhatikan keseimbangan alam, lebih memperhatikan kemanusiaan, lebih memperhatikan hakikat diri.
  • Jika anda bersyukur atas apa yang ada saat musibah terjadi, itu adalah tanda-tanda kalau anda siap untuk diberikan jutaan nikmat yang melimpah.
  • Setiap kenikmatan adalah musibah jika kita menyikapinya dengan buruk. Setiap musibah adalah kenikmatan jika kita menyikapinya dengan baik.
  • Kemarin dan esok adalah hari ini. Bencana dan keberuntungan sama saja. Langit di luar, langit di badan, bersatu dalam jiwa” [W.S. Rendra]
  • Dalam alam yang indah dan tenang, kita belajar akan keindahan. Dalam alam yang dihinggapi bencana, kita belajar pentingnya merawat keindahan tadi.
  • Semakin kita menelantarkan lingkungan hidup, semakin sering kita melihat bencana tercipta.