Category: Kegiatan

 

Angin Kencang Rusak Enam Rumah Warga di Kab. Jepara, BPBD Kab. Jepara Dengan Pihak Terkait Lakukan Koordinasi dan Kaji Cepat Kejadian

Pada Minggu, 21 Januari 2024, Pukul 19.15 WIB, cuaca ekstrem angin kencang menghantam beberapa rumah warga di Desa Bugel RT 01 RW 01, Kec. Kedung, Kab. Jepara. Angin kencang yang terjadi di malam hari mengakibatkan 6 atap rumah warga mengalami kerusakan. Meski tidak ada korban jiwa, belum diketahui berapa besaran kerugian yang didapatkan. BPBD Kabupaten Jepara langsung melakukan kaji cepat terkait kejadian tersebut. Koordinasi penanganan juga dilakukan oleh BPBD Kabupaten bersama pihak terkait, seperti TNI/Polri, Pemerintah Desa, dan Masyakarat.

BPBD Kabupaten Jepara Tangani Kejadian Cuaca Ekstrem di Tiga Titik Lokasi di Kabupaten Jepara

Tiga titik lokasi di kabupaten Jepara menjadi tempat kejadian cuaca ekstrem angin kencang pada Senin, 22 Januari 2024. Tiga titik lokasi tersebut yaitu di Lingkungan Pondok Sosial Penyandang Disabilitas Ex Kusta Dukuh Sumber Telu RT 04 RW 09 Desa Banyumanis, di Desa Srobyong Kec. Mlonggo, dan di Desa Bangsri RT 05 RW 17 Kec. Bangsri.

Hujan disertai angin kencang mengakibatkan pohon tumbang dan beberapa rumah warga mengalami kerusakan. Tidak terdapat korban jiwa, namun tercatat sebanyak 32 rumah warga mengalami kerusakan ringan, 5 atap rumah rusak ringan, dan pohon tumbang yang menutup akses jalan.  Kejadian tersebut langsung ditindaklanjuti oleh BPBD Kab. Jepara dengan berkoordinasi bersama pihak terkait, seperti TNI/Polri, Pemerintah Desa, dan Masyarakat. BPBD Kab. Jepara juga melakukan kerja bakti bersama warga dan dinas terkait untuk membersihkan dan memotong pohon yang tumbang agar akses jalan bisa dilalui kembali.

Rumah Warga Tertimpa Pohon Tumbang, BPBD Kab. Magelang Lakukan Kaji Cepat dan Penanganan di Kabupaten Magelang

Di musim penghujan, cuaca ekstrem terus berdatangan di beberapa daerah di provinsi Jawa Tengah. Di Kabupaten Magelang, hujan disertai angin kencang menumbangkan pohon yang terdapat di wilayah pemukiman warga, tepatnya di Dusun Jagang Kidul, Desa Salam, Kecamatan Salam. Kejadian yang terjadi pada Senin, 21 Januari 2024, Pukul 13.00 WIB ini menyebabkan rumah salah satu warga mengalami kerusakan ringan. Rumah tersebut milik Ibu Sri Wahyuti yang  tertimpa pohon pete berdiameter 50cm. Meski belum diketahui besaran kerugiannya, rumah tersebut mengalami kerusakan dibagian atap rumah. BPBD Kab. Magelang telah melakukan kaji cepat, koordinasi bersama pemerintah Desa Salam dan penanganan darurat yang dibantu oleh relawan dan warga setempat. Selain itu, BPBD Kab. Magelang juga melakukan koordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah dalam penanganan kejadian tersebut.

Gunung Merapi Tunjukkan Peningkatan Aktivitas, BPBD Kab. Klaten dan Kab. Boyolali Lakukan Pemantauan di Wilayah Sekitar Gunung Merapi

Gunung Merapi menunjukkan peningkatan aktivitas pada hari Minggu, 21 Januari 2024 pukul 14.12 WIB. Hal ini ditunjukkan dengan terjadinya awan panas guguran di Gunung Merapi dengan Aplitudo max 70 mm, durasi 239.64 detik dan jarak luncur maksimal 2400 meter ke Barat Daya. Akibatnya terjadi hujan abu di wilayah Kab. Klaten dan Kab. Boyolali. Hingga saat ini status Gunung Merapi masih dalam level III (Siaga). Penanganan dilakukan BPBD Kab. Klaten dan Kab. Boyolali dengan melakukan pemantauan dampak di wilayah sekitar lereng Gunung Merapi dan berkoordinasi dengan Pemdes dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. BPBD Provinsi Jateng hingga saat ini terus berkoordinasi dengan BPBD Kab. Klaten, Kab. Boyolali dan Kab. Magelang terkait dampak kejadian yang dimaksud. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Seluruh masyarakat diimbau untuk menjauhi dan tidak melakukan aktivitas apapun di daerah yang memiliki potensi bahaya.