BPBD PROVINSI JAWA TENGAH

Jl. Imam Bonjol 1F Semarang | Tel. 024-3519927, 3519904 | email: bpbd@jatengprov.go.id



TANAH LONGSOR DI KOTA SEMARANG

Tanah Longsor pada 16 Juli 2022 Pukul 19.30 WIB di Kota Semarang, Kec. Semarang Barat, Kel. Kembangarum. Hujan lebat dengan durasi lama memicu terjadinya talud longsor yang menimpa 1 rumah dan mengalami kerusakan ringan. TRC BPBD Kota Semarang bersama Relawan gabungan lakukan penanganan darurat guna antisipasi longsor susulan serta pembersihan material longsor.

Selengkapnya…

BANJIR DI KOTA TEGAL

Banjir pada 16 Juli 2022 Pukul 15.00 WIB di Kota Tegal. Daerah dataran rendah serta dipicu hujan lebat dengan durasi lama dan tumpukan sampah disungai sebabkan luapan hingga menggenangi pemukiman

  • Kec. Tegal Barat
    • Kel. Tegalsari;
    • Kel. Pekauman;
    • Kel. Muarareja;
Selengkapnya…

KEBAKARAN DI KAB.PATI

Kebakaran pada 15 Juli 2022 Pukul 00.00 WIB di Kab Pati, Kec. Gabus, Ds. Gempolsari. Kebakaran disebabkan dari pembakaran pendiang sapi lalu membesar dan membakar gudang karung goni dengan kerugian Rp 30.000.000,-. BPBD Kab Pati bersama Tim Damkar dan warga sekitar melakukan pemadaman dan pendinginan.

TANAH LONGSOR DI KAB.KUDUS

Tanah Longsor pada 13 Juli 2022 Pukul 23.00 WIB di Kab. Kudus, Kec. Gebog, Ds. Rahtawu.  Hujan lebat dan kontur tanah labil hingga longsor, material longsor menimpa rumah milik Bp. Abdul Aziz, rumah mengalami kerusakan ringan dengan kerugian Rp 20.000.000,-. TRC BPBD Kab. Kudus bersama relawan melakukan penanganan darurat dan pembersihan dan pemindahan material longsor.

Selengkapnya…

Beberapa Tautan Terkait

  • Bencana alam terjadi di luar kendali kita. yang ada dalam kendali kita adalah sikap kita dalam menghadapi musibah tersebut.
  • Berilah bantuan kepada orang-orang yang tertimpa musibah, karena mereka dengan senang hati akan membantu anda jika anda yang tertimpa musibah.
  • Alam diciptakan dengan indahnya. Setiap bencana yang terjadi adalah cara alami alam dalam merawat keindahannya.
  • Bencana alam adalah pengingat bagi kita bahwa kita harus lebih memperhatikan keseimbangan alam, lebih memperhatikan kemanusiaan, lebih memperhatikan hakikat diri.
  • Jika anda bersyukur atas apa yang ada saat musibah terjadi, itu adalah tanda-tanda kalau anda siap untuk diberikan jutaan nikmat yang melimpah.
  • Setiap kenikmatan adalah musibah jika kita menyikapinya dengan buruk. Setiap musibah adalah kenikmatan jika kita menyikapinya dengan baik.
  • Kemarin dan esok adalah hari ini. Bencana dan keberuntungan sama saja. Langit di luar, langit di badan, bersatu dalam jiwa” [W.S. Rendra]
  • Dalam alam yang indah dan tenang, kita belajar akan keindahan. Dalam alam yang dihinggapi bencana, kita belajar pentingnya merawat keindahan tadi.
  • Semakin kita menelantarkan lingkungan hidup, semakin sering kita melihat bencana tercipta.