BPBD PROVINSI JAWA TENGAH

Jl. Imam Bonjol 1F Semarang | Tel. 024-3519927, 3519904 | email: bpbd@jatengprov.go.id



BANJIR ROB DI KOTA SEMARANG

Banjir pada Rabu, 23 Mai 2018 di Beberapa wilayah Kota Semarang. Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan beberapa wilayah Kota Semarang tergenang, antara lain: Selengkapnya…

KEBAKARAN DI KAB. BANYUMAS

Kebakaran pada Rabu, 23 Mei 2018 pukul 19.40 WIB di Perumahan Mutiara Pratama, Kel. Berkoh Rt 6 Rw 2 Kec. Purwokerto Selatan, Kab. Banyumas. Konsleting listrik mengakibatkan kebakaran plafon rumah milik Bp Santoso. BPBD kab. Banyumas dan 2 Unit Pemadam Kebakaran Purwokerto, menuju kelokasi kejadian untuk melakukan pendataan dampak dari bencana.

BANJIR ROB DI KAB. REMBANG

Terjadi Banjir rob pada Rabu, 23 Mei 2018  Pukul 11.00 WIB di Desa Karangmangu Rt 4 Rw 2, Kec. Kragan, Kab. Rembang. Gelombang Tinggi Angin Timuran mengakibatkan Air Laut masuk ke pemukiman dan merusak sebagian rumah penduduk yang terdampak 8 KK di Desa Karangmangu. BPBD Kab. Rembang melakukan assessment ke lokasi kejadian.

Beberapa Tautan Terkait

  • Bencana alam terjadi di luar kendali kita. yang ada dalam kendali kita adalah sikap kita dalam menghadapi musibah tersebut.
  • Berilah bantuan kepada orang-orang yang tertimpa musibah, karena mereka dengan senang hati akan membantu anda jika anda yang tertimpa musibah.
  • Alam diciptakan dengan indahnya. Setiap bencana yang terjadi adalah cara alami alam dalam merawat keindahannya.
  • Bencana alam adalah pengingat bagi kita bahwa kita harus lebih memperhatikan keseimbangan alam, lebih memperhatikan kemanusiaan, lebih memperhatikan hakikat diri.
  • Jika anda bersyukur atas apa yang ada saat musibah terjadi, itu adalah tanda-tanda kalau anda siap untuk diberikan jutaan nikmat yang melimpah.
  • Setiap kenikmatan adalah musibah jika kita menyikapinya dengan buruk. Setiap musibah adalah kenikmatan jika kita menyikapinya dengan baik.
  • Kemarin dan esok adalah hari ini. Bencana dan keberuntungan sama saja. Langit di luar, langit di badan, bersatu dalam jiwa” [W.S. Rendra]
  • Dalam alam yang indah dan tenang, kita belajar akan keindahan. Dalam alam yang dihinggapi bencana, kita belajar pentingnya merawat keindahan tadi.
  • Semakin kita menelantarkan lingkungan hidup, semakin sering kita melihat bencana tercipta.