BPBD PROVINSI JAWA TENGAH

Jl. Imam Bonjol 1F Semarang | Tel. 024-3519927, 3519904 | email: bpbd@jatengprov.go.id



Pohon Tumbang di 14 Desa Kabupaten Kebumen, BPBD Kabupaten Kebumen Lakukan Upaya Penanganan

Cuaca ekstrem hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan pohon tumbang di 11 Kecamatan, 14 Desa di Kabupaten Kebumen. Respon cepat dilakukan BPBD Kabupaten Kebumen dengan melakukan assessment dan koordinasi dengan pihak terkait. Berdasarkan informasi yang dilaporkan BPBD Kabupaten Kebumen lokasi kejadian berada di Kecamatan Adimulyo tepatnya di Desa Arjomulyo dan Desa Caruban, Kecamatan Buluspesantren di Desa Rantewringin, Kecamatan Sempor di Desa  Sempor, Kecamatan Ambal di Desa Banjarsari dan Desa Gondanlegi, Kecamatan Prembun di Desa Pesuningan, Kecamatan Klirong di Desa Klegenrejo, Kecamatan Karanggayam di Desa Karangmaja, Kecamatan Ayah di Desa Kalipoh, Kecamatan Rowokele di Desa Sukomulyo, Kecamatan Mirit di Desa Krubungan dan Desa Singoyudan, Kecamatan Kuwarasan di Desa Bendungan. Dampak yang ditimbulkan berupa pohon tumbang yang menimpa rumah dari sebagian besar kecamatan terdampak dan juga menutup akses jalan disekitar lokasi kejadian. Kabar baiknya, tidak ada korban jiwa, dan kerugian material akibat kejadian tersebut. Upaya penanganan dilakukan secara bertahap oleh BPBD Kab. Kebumen dan masyarakat sekitar dengan kerja bakti membersihkan material longsoran.

BPBD Kabupaten Kebumen Tangani Tanah Longsor di Empat Kecamatan Kabupaten Kebumen

BPBD Kabupaten Kebumen melaporkan telah terjadi tanah longsor di empat Kecamatan di Kabupaten Kebumen pada hari Selasa, 23 Januari 2024 pukul 04.00 WIB. Tanah longsor tersebut diakibatkan oleh curah hujan dengan intensitas tinggi dan kontur tanah yang labil. Kecamatan terdampak meliputi pertama, Kecamatan Karanganyar, tepatnya di Desa Wonorejo yang menyebabkan tebing longsor dan menutup akses jalan di RT.002/RW.004 dan di Desa Grenggeng yang menyebabkan tebing di samping rumah warga longsor dan menghantam kamar mandi non permanen milik Bapak Taszal. Kedua, Kecamatan Alian, yang terjadi di Desa Bojongsari dan menyebabkan tebing samping rumah longsor dan mengancam rumah milik Bapak Mukhlisin dan Ibu Khodimah di Dusun Banjaran Tengah RT.001/RW.005. Ketiga, Kecamatan Buayan, terjadi di Desa Karangbolong yang menyebabkan tebing di samping rumah Bu Kemi RT.01/RW.03 dan Bapak Sarmin RT.03/RW.03 longsor. Keempat, Kecamatan Karanggayam yang terjadi di Desa Gunungsari dan menyebabkan tanah longsor di Dukuh Kotosari RT.02/RW.02 dan Desa Giritirto yang menyababkan tebing longsor dan menutup jalan Provinsi yang menghubungkan Kebumen – Banjarnegara. Tidak ada korban jiwa, pengungsian dan kerugian material yang ditimbulkan dari kejadian tersebut. Upaya penanganan dilakukan secara bertahap hingga beberapa hari kedepan oleh BPBD Kab. Kebumen dan masyarakat sekitar dengan kerja bakti membersihkan material longsoran.

Tanggul dan pondasi di Tiga Desa di Kab. Kebumen Longsor dan Jebol Akibat Banjir, BPBD Kab. Kebumen Lakukan Assesment

Tingginya intensitas hujan di Kabupaten Kebumen mengakibatkan air sungai meluap dan berujung banjir pada Selasa, 23 Januari 2024, Pukul 04.00 WIB. Akibat dari banjir tersebut, tanggul dan pondasi di 3 desa di Kab. Kebumen longsor dan jebol. Ketiga desa tersebut terletak di 2 Kecamatan yaitu Desa Pasir yang berada di Kecamatan Ayah, serta Desa Sidomukti dan Tegalsari yang berada di Kecamatan Adimulyo. Di Desa Pasir, hujan yang deras mengakibatkan air sungai salam meluap sehingga berdampak pada longsornya pondasi kantor Bumdes Pasir. Untuk kondisi terkini, penanganan sementara dilakukan untuk menutup pondasi yang longsor menggunakan terpal. Sedangkan di Desa Sidomukti dan Tegalsari, derasnya hujan dan luapan air banjir mengakibatkan jebolnya tanggul di kedua wilayah desa tersebut. Dalam penanganan ini, warga berkoordinasi dengan ketua RT, RW serta kelurahan/kecamatan untuk menghubungi BPBD Kab. Kebumen serta instansi terkait. Selanjutnya, BPBD Kab. Kebumen melakukan assesment dan dokumentasi dalam kejadian tersebut.

Infografis Bencana Alam Jawa Tengah Periode 1 Januari – 23 Januari 2024

Jawa Tengah, sebuah provinsi yang subur namun rawan bencana alam. Infografis ini merinci berbagai risiko seperti banjir, tanah longsor, dan gempa bumi yang sering melanda wilayah ini. Melalui data grafis, kita dapat melihat pola-pola kejadian bencana dan memahami titik-titik rawan di Jawa Tengah. Peta evakuasi dan lokasi tempat perlindungan juga disajikan, memudahkan masyarakat untuk mengambil tindakan pencegahan dan evakuasi yang tepat. Infografis ini bukan hanya sebagai peringatan, tetapi juga sebagai alat edukasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana alam yang tak terduga. pada Periode 1 Januari – 23 Januari 2024 bencana didominasi oleh cuaca ektrem dikarenakan sejumlah daerah Jawa Tengah telah memasuki musim penghujan.

Beberapa Tautan Terkait

  • Bencana alam terjadi di luar kendali kita. yang ada dalam kendali kita adalah sikap kita dalam menghadapi musibah tersebut.
  • Berilah bantuan kepada orang-orang yang tertimpa musibah, karena mereka dengan senang hati akan membantu anda jika anda yang tertimpa musibah.
  • Alam diciptakan dengan indahnya. Setiap bencana yang terjadi adalah cara alami alam dalam merawat keindahannya.
  • Bencana alam adalah pengingat bagi kita bahwa kita harus lebih memperhatikan keseimbangan alam, lebih memperhatikan kemanusiaan, lebih memperhatikan hakikat diri.
  • Jika anda bersyukur atas apa yang ada saat musibah terjadi, itu adalah tanda-tanda kalau anda siap untuk diberikan jutaan nikmat yang melimpah.
  • Setiap kenikmatan adalah musibah jika kita menyikapinya dengan buruk. Setiap musibah adalah kenikmatan jika kita menyikapinya dengan baik.
  • Kemarin dan esok adalah hari ini. Bencana dan keberuntungan sama saja. Langit di luar, langit di badan, bersatu dalam jiwa” [W.S. Rendra]
  • Dalam alam yang indah dan tenang, kita belajar akan keindahan. Dalam alam yang dihinggapi bencana, kita belajar pentingnya merawat keindahan tadi.
  • Semakin kita menelantarkan lingkungan hidup, semakin sering kita melihat bencana tercipta.