BPBD PROVINSI JAWA TENGAH

Jl. Imam Bonjol 1F Semarang | Tel. 024-3519927, 3519904 | email: bpbd@jatengprov.go.id



Kaji Cepat Dilakukan BPBD Kab. Karanganyar Dalam Merespon Kejadian Talud Longsor di Kab. Karanganyar

Talud Pekarangan yang berada di Dusun Bomo RT 01 / RW 15, Desa Nglebak, Kecamatan Tawangmangu longsor pada hari Senin, 22 Januari 2024 Pukul 02.00 WIB kemarin. Talud tersebut memiliki panjang 10 m, tinggi 3 m dan lebar 40 cm. Kaji cepat dan berkoordinasi dengan pihak terkait dilakukan BPBD Kab. Karanganyar dalam merespon kejadian tersebut. Dampak yang ditimbulkan berupa tertutupnya akses jalan di sekitar lokasi. Kabar baiknya, tidak ada korban jiwa dan pengungsi serta taksiran kerugian senilai Rp 0,-. Upaya penanganan dilakukan dengan kerja bakti pembersihan talud oleh BPBD Kab. Karanganyar dan warga sekitar. BPBD Provinsi Jawa Tengah berkoordinasi dengan BPBD Kab. Karanganyar melalui Pusdalops PB terkait kejadian tersebut.

Angin Kencang Rusak Enam Rumah Warga di Kab. Jepara, BPBD Kab. Jepara Dengan Pihak Terkait Lakukan Koordinasi dan Kaji Cepat Kejadian

Pada Minggu, 21 Januari 2024, Pukul 19.15 WIB, cuaca ekstrem angin kencang menghantam beberapa rumah warga di Desa Bugel RT 01 RW 01, Kec. Kedung, Kab. Jepara. Angin kencang yang terjadi di malam hari mengakibatkan 6 atap rumah warga mengalami kerusakan. Meski tidak ada korban jiwa, belum diketahui berapa besaran kerugian yang didapatkan. BPBD Kabupaten Jepara langsung melakukan kaji cepat terkait kejadian tersebut. Koordinasi penanganan juga dilakukan oleh BPBD Kabupaten bersama pihak terkait, seperti TNI/Polri, Pemerintah Desa, dan Masyakarat.

BPBD Kabupaten Jepara Tangani Kejadian Cuaca Ekstrem di Tiga Titik Lokasi di Kabupaten Jepara

Tiga titik lokasi di kabupaten Jepara menjadi tempat kejadian cuaca ekstrem angin kencang pada Senin, 22 Januari 2024. Tiga titik lokasi tersebut yaitu di Lingkungan Pondok Sosial Penyandang Disabilitas Ex Kusta Dukuh Sumber Telu RT 04 RW 09 Desa Banyumanis, di Desa Srobyong Kec. Mlonggo, dan di Desa Bangsri RT 05 RW 17 Kec. Bangsri.

Hujan disertai angin kencang mengakibatkan pohon tumbang dan beberapa rumah warga mengalami kerusakan. Tidak terdapat korban jiwa, namun tercatat sebanyak 32 rumah warga mengalami kerusakan ringan, 5 atap rumah rusak ringan, dan pohon tumbang yang menutup akses jalan.  Kejadian tersebut langsung ditindaklanjuti oleh BPBD Kab. Jepara dengan berkoordinasi bersama pihak terkait, seperti TNI/Polri, Pemerintah Desa, dan Masyarakat. BPBD Kab. Jepara juga melakukan kerja bakti bersama warga dan dinas terkait untuk membersihkan dan memotong pohon yang tumbang agar akses jalan bisa dilalui kembali.

Rumah Warga Tertimpa Pohon Tumbang, BPBD Kab. Magelang Lakukan Kaji Cepat dan Penanganan di Kabupaten Magelang

Di musim penghujan, cuaca ekstrem terus berdatangan di beberapa daerah di provinsi Jawa Tengah. Di Kabupaten Magelang, hujan disertai angin kencang menumbangkan pohon yang terdapat di wilayah pemukiman warga, tepatnya di Dusun Jagang Kidul, Desa Salam, Kecamatan Salam. Kejadian yang terjadi pada Senin, 21 Januari 2024, Pukul 13.00 WIB ini menyebabkan rumah salah satu warga mengalami kerusakan ringan. Rumah tersebut milik Ibu Sri Wahyuti yang  tertimpa pohon pete berdiameter 50cm. Meski belum diketahui besaran kerugiannya, rumah tersebut mengalami kerusakan dibagian atap rumah. BPBD Kab. Magelang telah melakukan kaji cepat, koordinasi bersama pemerintah Desa Salam dan penanganan darurat yang dibantu oleh relawan dan warga setempat. Selain itu, BPBD Kab. Magelang juga melakukan koordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah dalam penanganan kejadian tersebut.

Beberapa Tautan Terkait

  • Bencana alam terjadi di luar kendali kita. yang ada dalam kendali kita adalah sikap kita dalam menghadapi musibah tersebut.
  • Berilah bantuan kepada orang-orang yang tertimpa musibah, karena mereka dengan senang hati akan membantu anda jika anda yang tertimpa musibah.
  • Alam diciptakan dengan indahnya. Setiap bencana yang terjadi adalah cara alami alam dalam merawat keindahannya.
  • Bencana alam adalah pengingat bagi kita bahwa kita harus lebih memperhatikan keseimbangan alam, lebih memperhatikan kemanusiaan, lebih memperhatikan hakikat diri.
  • Jika anda bersyukur atas apa yang ada saat musibah terjadi, itu adalah tanda-tanda kalau anda siap untuk diberikan jutaan nikmat yang melimpah.
  • Setiap kenikmatan adalah musibah jika kita menyikapinya dengan buruk. Setiap musibah adalah kenikmatan jika kita menyikapinya dengan baik.
  • Kemarin dan esok adalah hari ini. Bencana dan keberuntungan sama saja. Langit di luar, langit di badan, bersatu dalam jiwa” [W.S. Rendra]
  • Dalam alam yang indah dan tenang, kita belajar akan keindahan. Dalam alam yang dihinggapi bencana, kita belajar pentingnya merawat keindahan tadi.
  • Semakin kita menelantarkan lingkungan hidup, semakin sering kita melihat bencana tercipta.