BPBD PROVINSI JAWA TENGAH

Jl. Imam Bonjol 1F Semarang | Tel. 024-3519927, 3519904 | email: bpbd@jatengprov.go.id



Ada Tiga Desa di Kabupaten Sragen.

Kamis, 22 Juli 2023 – Dk. Dondong, RT. 01 A, DS. Gilirejo Baru, Kec. Miri

Musim kemarau yang berkepanjangan telah menyebabkan kekeringan parah di sebagian besar wilayah Kabupaten Sragen, termasuk tiga desa yang terletak di Kecamatan Miri. Pada hari Sabtu, tanggal 22 Juli 2023, Dk. Dondong, RT. 01 A, DS. Gilirejo Baru, Dk. Dondong, RT. 01 B, DS. Gilirejo Baru, dan Dk. Rejosari, RT. 03, DS. Gilirejo Baru semuanya mengalami krisis air.

Selengkapnya…

Kekeringan Parah di Kabupaten Grobogan.

Sabtu, 22 Juli 2023, pukul 11.00 WIB, sebagian wilayah di Kabupaten Grobogan, khususnya Dusun Kayen RT.03 RW.09, Dusun Tlogomulyo RT.04 RW.11, dan Dusun Kaluwan, Desa Boloh, Kecamatan Toroh menghadapi masalah serius akibat kekeringan. Berkurangnya ketersediaan air bersih menjadi masalah yang sangat mendesak karena musim kemarau yang berkepanjangan telah menyebabkan sumber-sumber air utama di daerah tersebut mengering. Situasi ini telah mengganggu kehidupan ribuan warga yang tinggal di wilayah terdampak.

Selengkapnya…

Kekeringan Menghantam Dusun Tepus, Desa Somorejo.

Bagelen, 21 Juli 2023 – Pada Kamis-Jumat, 20-21 Juli 2023, Dusun Tepus, Desa Somorejo, Kecamatan Bagelen dilanda kekeringan yang parah. Musim kemarau yang berkepanjangan menjadi penyebab utama berkurangnya pasokan air bersih di wilayah ini, menyebabkan dampak yang signifikan bagi sekitar 87 kepala keluarga (KK) atau sekitar 300 jiwa yang menghuni daerah tersebut.

Selengkapnya…

Kekeringan Melanda Dua Desa di Kecamatan Jenar.

Pada Jumat, 21 Juli 2023, wilayah Dk. Ngablak RT.10, Ds. Ngrombo, Kec. Jenar, Dk. Wulumadi RT.18, Ds. Ngepringan, Kec. Jenar, serta Dk. Bakpo RT.12 dan RT.13, Ds. Ngepringan, Kec. Jenar mengalami kekeringan yang parah. Kondisi ini disebabkan oleh dua faktor utama, yakni sumber air di wilayah pemukiman yang jauh dari mata air serta menurunnya tingkat curah hujan.

Selengkapnya…

Beberapa Tautan Terkait

  • Bencana alam terjadi di luar kendali kita. yang ada dalam kendali kita adalah sikap kita dalam menghadapi musibah tersebut.
  • Berilah bantuan kepada orang-orang yang tertimpa musibah, karena mereka dengan senang hati akan membantu anda jika anda yang tertimpa musibah.
  • Alam diciptakan dengan indahnya. Setiap bencana yang terjadi adalah cara alami alam dalam merawat keindahannya.
  • Bencana alam adalah pengingat bagi kita bahwa kita harus lebih memperhatikan keseimbangan alam, lebih memperhatikan kemanusiaan, lebih memperhatikan hakikat diri.
  • Jika anda bersyukur atas apa yang ada saat musibah terjadi, itu adalah tanda-tanda kalau anda siap untuk diberikan jutaan nikmat yang melimpah.
  • Setiap kenikmatan adalah musibah jika kita menyikapinya dengan buruk. Setiap musibah adalah kenikmatan jika kita menyikapinya dengan baik.
  • Kemarin dan esok adalah hari ini. Bencana dan keberuntungan sama saja. Langit di luar, langit di badan, bersatu dalam jiwa” [W.S. Rendra]
  • Dalam alam yang indah dan tenang, kita belajar akan keindahan. Dalam alam yang dihinggapi bencana, kita belajar pentingnya merawat keindahan tadi.
  • Semakin kita menelantarkan lingkungan hidup, semakin sering kita melihat bencana tercipta.