BPBD PROVINSI JAWA TENGAH

Jl. Imam Bonjol 1F Semarang | Tel. 024-3519927, 3519904 | email: bpbd@jatengprov.go.id



WASPADA! April 2025 Jawa Tengah Terancam Longsor Hebat, Ini Daerah Paling Rawan!

Semarang – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh Bupati/Wali Kota se-Jawa Tengah terkait potensi bencana tanah longsor yang diperkirakan meningkat pada April 2025. Imbauan ini dikeluarkan menyusul prakiraan curah hujan tinggi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mencapai lebih dari 300 mm di sejumlah wilayah.

Dalam surat resmi Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, disebutkan bahwa sebagian besar wilayah Jawa Tengah diprakirakan mengalami curah hujan antara 101 – 500 mm, bahkan lebih, dengan tingkat kerentanan gerakan tanah sedang hingga sangat tinggi. Wilayah seperti Banjarnegara, Pekalongan bagian selatan, dan sebagian kecil wilayah lainnya tercatat memiliki potensi curah hujan di atas 500 mm, yang termasuk dalam kategori sangat tinggi.

Curah hujan dengan kategori menengah (301–400 mm) diperkirakan terjadi di bagian utara Banyumas, barat Cilacap, selatan Tegal, sebagian wilayah Batang, Kendal, Magelang, Boyolali, Temanggung, Wonosobo, hingga sebagian wilayah Semarang dan Purbalingga. Wilayah ini berisiko mengalami gerakan tanah dengan potensi menengah hingga tinggi. Sementara itu, wilayah dengan curah hujan tinggi (401–500 mm) meliputi bagian selatan Tegal, Batang, Pekalongan, Wonosobo, Karanganyar bagian timur, dan Banjarnegara. Daerah-daerah ini juga berada dalam kategori rawan longsor menengah hingga tinggi.

Yang perlu menjadi perhatian khusus adalah wilayah dengan curah hujan sangat tinggi, yaitu di atas 500 mm. Hal ini diperkirakan terjadi di sebagian selatan Kabupaten Pekalongan dan bagian kecil Kabupaten Banjarnegara. Dengan potensi longsor yang sangat tinggi, masyarakat di wilayah tersebut diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, terutama di daerah yang memiliki karakteristik tanah labil atau berada di tebing dan lereng.

Dinas ESDM juga menghimbau kepada seluruh pemerintah daerah agar segera melakukan langkah mitigasi, seperti meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat di daerah rawan longsor, menyiapkan infrastruktur dan sarana prasarana tanggap bencana, serta memasang sistem peringatan dini (EWS).

Selain itu, masyarakat diminta untuk waspada apabila terjadi hujan dengan durasi lebih dari 2 jam berturut-turut, karena kondisi tersebut dapat memicu longsor secara tiba-tiba.

BMKG: Potensi Banjir Pesisir (Rob) Akibat Fenomena Mini Full Moon dan Super New Moon, 10 April–4 Mei 2025

SEMARANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi terjadinya banjir pesisir (rob) yang diprediksi akan berlangsung mulai 10 April hingga 4 Mei 2025. Peringatan ini disampaikan menyusul adanya fenomena Bulan Purnama (Mini Full Moon) pada 13 April 2025 dan Bulan Baru (Super New Moon) pada 27 April 2025, yang berpotensi menyebabkan kenaikan tinggi maksimum air laut di berbagai wilayah pesisir Indonesia.

Berdasarkan data dari Pusat Meteorologi Maritim BMKG, sejumlah daerah pesisir di berbagai provinsi tercatat berada dalam status berpotensi terdampak rob. Di antaranya adalah wilayah pesisir di Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara dan Maluku.

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah-wilayah pesisir tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir rob yang dapat mengganggu aktivitas keseharian, merendam pemukiman, hingga menyebabkan kerusakan pada infrastruktur di sekitar kawasan pantai.

“Masyarakat, khususnya yang berada di pesisir, perlu mengantisipasi potensi banjir pesisir ini. Dampak pasang maksimum air laut bisa cukup signifikan dalam periode ini,” tulis BMKG dalam rilis resminya yang diunggah pada 9 April 2025 pukul 22.00 WIB melalui laman https://maritim.bmkg.go.id.

BMKG juga mengingatkan kepada para nelayan, operator pelabuhan, serta dinas-dinas terkait untuk memperhatikan prakiraan pasang surut air laut serta melakukan langkah-langkah mitigasi dan kesiapsiagaan guna meminimalisasi dampak bencana yang mungkin terjadi.

BPBD Jateng Tingkatkan Transparansi Lewat Uji Konsekuensi DIK 2025 dan Evaluasi PPID 2024

Dalam upaya memperkuat komitmen terhadap keterbukaan informasi publik, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Uji Konsekuensi Daftar Informasi Dikecualikan (DIK) Tahun 2025 serta Evaluasi PPID Tahun 2024.

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 28 Maret 2025 dan dihadiri oleh seluruh pejabat serta anggota PPID BPBD Jawa Tengah. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah, Bapak Indra Ashoka Mahendrayana, S.E., M.H., yang memberikan arahan serta pandangan strategis terkait pengelolaan informasi publik.

Melalui kegiatan ini, BPBD Jateng tidak hanya melakukan evaluasi atas kinerja layanan informasi publik selama tahun 2024, tetapi juga memastikan bahwa penetapan informasi yang dikecualikan untuk tahun 2025 dilakukan secara objektif dan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Uji Konsekuensi DIK bertujuan untuk mengidentifikasi informasi yang layak dikecualikan demi menjaga kepentingan publik yang lebih luas, keamanan, dan keselamatan masyarakat.

Ir Safrudin M.si selaku Kepala Bagian Tata Usaha BPBD Jateng menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat serta memperkuat prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan, khususnya di bidang penanggulangan bencana.

Diharapkan dengan pelaksanaan Uji Konsekuensi dan Evaluasi ini, BPBD Jateng mampu menyajikan layanan informasi yang lebih baik, responsif, dan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Pantauan Mudik Lebaran di Jawa Tengah: Lalu Lintas Ramai Lancar, BPBD Siaga 24 Jam

Semarang, 31 Maret 2025 — Posko Mudik BPBD di seluruh Jawa Tengah terus memantau arus mudik Lebaran hari ini. Berdasarkan laporan terkini, situasi lalu lintas di jalur utama pantura, jalur selatan, dan jalur alternatif terpantau ramai lancar.

BPBD Jateng bersama instansi terkait mengintensifkan pemantauan di titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan. Petugas BPBD juga disiagakan untuk memberikan bantuan jika terjadi kondisi darurat, termasuk penanganan cepat kecelakaan lalu lintas dan gangguan kesehatan pemudik.

Pantauan di Posko Mudik BPBD Kota Semarang menunjukkan antusiasme pemudik yang memanfaatkan fasilitas istirahat. Para pemudik mendapatkan layanan servis motor gratis, pemeriksaan kesehatan, serta informasi perjalanan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung keselamatan dan kenyamanan pemudik selama perjalanan menuju kampung halaman.

Sementara itu, Posko Mudik BPBD Demak terpantau sedang mengikuti rapat koordinasi daring melalui Zoom bersama Pospam Polres Demak. Rapat ini bertujuan untuk memastikan sinergitas dan kesiapsiagaan pengamanan arus mudik di wilayah Demak agar berjalan lancar dan aman.

Di Pos BPBD Pati, petugas sigap mengevakuasi sepeda motor pemudik yang mogok di tengah perjalanan. Bantuan cepat ini diberikan agar pemudik dapat melanjutkan perjalanan dengan aman dan nyaman. BPBD Pati memastikan kesiapsiagaan di jalur mudik untuk mengantisipasi kendala serupa selama arus mudik berlangsung.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada, memastikan kondisi kendaraan prima, serta beristirahat cukup untuk menghindari kecelakaan akibat kelelahan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Jawa Tengah.

Posko Mudik BPBD siap siaga 24 jam untuk mendukung kelancaran dan keamanan perjalanan pemudik selama musim mudik Lebaran tahun ini.

Beberapa Tautan Terkait

  • Bencana alam terjadi di luar kendali kita. yang ada dalam kendali kita adalah sikap kita dalam menghadapi musibah tersebut.
  • Berilah bantuan kepada orang-orang yang tertimpa musibah, karena mereka dengan senang hati akan membantu anda jika anda yang tertimpa musibah.
  • Alam diciptakan dengan indahnya. Setiap bencana yang terjadi adalah cara alami alam dalam merawat keindahannya.
  • Bencana alam adalah pengingat bagi kita bahwa kita harus lebih memperhatikan keseimbangan alam, lebih memperhatikan kemanusiaan, lebih memperhatikan hakikat diri.
  • Jika anda bersyukur atas apa yang ada saat musibah terjadi, itu adalah tanda-tanda kalau anda siap untuk diberikan jutaan nikmat yang melimpah.
  • Setiap kenikmatan adalah musibah jika kita menyikapinya dengan buruk. Setiap musibah adalah kenikmatan jika kita menyikapinya dengan baik.
  • Kemarin dan esok adalah hari ini. Bencana dan keberuntungan sama saja. Langit di luar, langit di badan, bersatu dalam jiwa” [W.S. Rendra]
  • Dalam alam yang indah dan tenang, kita belajar akan keindahan. Dalam alam yang dihinggapi bencana, kita belajar pentingnya merawat keindahan tadi.
  • Semakin kita menelantarkan lingkungan hidup, semakin sering kita melihat bencana tercipta.