Tag: DAERAH RAWAN BENCANA
KEGIATAN IDENTIFIKASI DAN SOSIALISASI DAERAH RAWAN BENCANA, DESA LANGENHARJO, KEC. SUKOHARJO, KAB. SUKOHARJO

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Identifikasi dan Sosialisasi Daerah Rawan Bencana di Desa Langenharjo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Klaten pada 8 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana yang ada di wilayahnya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 50 orang peserta yang berasal dari unsur masyarakat setempat, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan kelompok masyarakat lainnya. Melalui kegiatan ini, BPBD Provinsi Jawa Tengah memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai berbagai potensi ancaman bencana yang mungkin terjadi di wilayah Desa Jurangjero dan sekitarnya, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan.
Dalam kegiatan ini juga dilakukan proses identifikasi daerah rawan bencana dengan melibatkan partisipasi masyarakat setempat. Pendekatan partisipatif ini dilakukan agar masyarakat dapat mengenali secara langsung kondisi lingkungan di wilayahnya, termasuk titik-titik yang memiliki potensi kerawanan bencana seperti longsor, banjir, maupun ancaman bencana lainnya. Dengan keterlibatan masyarakat secara aktif, diharapkan informasi yang dihasilkan menjadi lebih akurat dan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Bapak Yudi Indras Wiendarto, S.E., Wakil Ketua Komisi E. Beliau memaparkan materi mengenai Partisipasi Masyarakat sebagai Agen Penanggulangan Bencana Daerah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami kondisi kerawanan bencana di wilayahnya serta meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat menjadi masyarakat yang lebih tangguh dan siap siaga, sehingga dampak bencana dapat diminimalisir serta keselamatan masyarakat dapat lebih terjaga.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen BPBD Provinsi Jawa Tengah dalam memperkuat upaya pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, partisipasi, dan kesiapsiagaan masyarakat di daerah-daerah yang memiliki potensi kerawanan bencana.
Kegiatan Identifikasi dan Sosialisasi Daerah Rawan Bencana di Desa Jurangjero, Kec. Karangnom, Kab. Klaten

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Identifikasi dan Sosialisasi Daerah Rawan Bencana di Desa Jurangjero, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten pada 7 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana yang ada di wilayahnya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 50 orang peserta yang berasal dari unsur masyarakat setempat, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan kelompok masyarakat lainnya. Melalui kegiatan ini, BPBD Provinsi Jawa Tengah memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai berbagai potensi ancaman bencana yang mungkin terjadi di wilayah Desa Jurangjero dan sekitarnya, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan.
Dalam kegiatan ini juga dilakukan proses identifikasi daerah rawan bencana dengan melibatkan partisipasi masyarakat setempat. Pendekatan partisipatif ini dilakukan agar masyarakat dapat mengenali secara langsung kondisi lingkungan di wilayahnya, termasuk titik-titik yang memiliki potensi kerawanan bencana seperti longsor, banjir, maupun ancaman bencana lainnya. Dengan keterlibatan masyarakat secara aktif, diharapkan informasi yang dihasilkan menjadi lebih akurat dan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Bapak Yudi Indras Wiendarto, S.E., Wakil Ketua Komisi E. Beliau memaparkan materi mengenai Partisipasi Masyarakat sebagai Agen Penanggulangan Bencana Daerah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Jurangjero dapat lebih memahami kondisi kerawanan bencana di wilayahnya serta meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat menjadi masyarakat yang lebih tangguh dan siap siaga, sehingga dampak bencana dapat diminimalisir serta keselamatan masyarakat dapat lebih terjaga.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen BPBD Provinsi Jawa Tengah dalam memperkuat upaya pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, partisipasi, dan kesiapsiagaan masyarakat di daerah-daerah yang memiliki potensi kerawanan bencana.
