Tag: Tanah Longsor

 

BPBD Klaten Assessment Awal Talud longsor 9m lebar ±40cm panjang ±30m Desa Kranggan Kecamatan Polanharjo.

Pada hari Minggu, tanggal 7 Januari 2023, pukul 09:00, terjadi kejadian tanah longsor di Desa Tegalsana Mulyo, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Kejadian disebabkan pondasi yang tidak kuat menahan beban tanah uruk. Lokasi koordinat kejadian berada di DK Tegalsana Mulyo RT 3 RW DS Kranggan (464770, 9159195).

Talut penyangga pekarangan milik BP H Sarjono baru dibangun kurang dari 6 bulan dan longsor, menutup aliran sungai saluran sekunder Boto, mengancam lahan pertanian dan rumah BP H Sarjono. Pukul 13:00 dilakukan Assessment Awal oleh TRC-PB BPBD Klaten.

Upaya penanganan melibatkan alat berat untuk membersihkan puing-puing longsoran. Korban jiwa nihil, namun terjadi dampak signifikan pada lahan pertanian dan rumah. Diperlukan terpal, logistik, dan bronjong besi sebagai kebutuhan mendesak. Sumber informasi dari BP Saifudin, Kadus Kranggan, dan Lilik (keluarga).

Dokumentasi terlampir, dengan dukungan potensi penanganan dari TRC-PB BPBD, perangkat desa, warga, dan Koramil Polanharjo. Personil TRC yang terlibat antara lain Arif Dalbo dan Tri Jualianto.

Mencegah Longsor dengan Akar Wangi: Solusi Alami dan Berkelanjutan

Longsor merupakan bencana alam yang sering terjadi di berbagai belahan dunia. Dampaknya dapat merusak lingkungan, infrastruktur, dan mengancam keselamatan manusia. Salah satu metode yang semakin mendapatkan perhatian adalah penggunaan akar wangi sebagai solusi alami untuk mencegah terjadinya longsor. Artikel ini akan membahas bagaimana akar wangi dapat berperan dalam memitigasi risiko longsor dan memberikan solusi yang ramah lingkungan.

Manfaat Akar Wangi dalam Mencegah Longsor

  1. Penguatan Tanah, Akar wangi memiliki kemampuan untuk meresapi dan menahan tanah. Akarnya dapat menembus lapisan tanah, membentuk jaringan akar yang kuat, dan mengurangi erosi tanah.
  2. Penyerapan Air, Akar wangi mampu menyerap air dengan baik, mengurangi risiko terjadinya tanah longsor akibat penumpukan air yang berlebihan di permukaan tanah. Hal ini membantu menjaga kestabilan lereng.
  3. Pencegahan Erosi, Akar wangi membantu mengikat partikel tanah, mengurangi risiko erosi oleh air hujan atau aliran air. Proses ini secara efektif mencegah tanah longsor yang dapat terjadi akibat hilangnya lapisan tanah.

Penerapan Akar Wangi dalam Praktik:

  1. Pemilihan Lokasi yang Tepat, Identifikasi daerah rawan longsor dan tanam akar wangi di lokasi-lokasi tersebut. Pemilihan lokasi yang tepat adalah kunci keberhasilan penerapan solusi ini.
  2. Penggunaan Jenis Tanaman yang Tepat, Beberapa jenis tanaman akar wangi yang efektif dalam mencegah longsor meliputi Vetiveria zizanioides dan Imperata cylindrica. Pilih tanaman yang sesuai dengan kondisi tanah dan iklim setempat.
  3. Perawatan Tanaman, Perawatan yang baik terhadap tanaman akar wangi sangat penting untuk memastikan pertumbuhan akar yang kuat dan efektif. Ini termasuk penyiraman yang cukup, pemupukan, dan pemangkasan yang tepat.

Keberlanjutan dan Manfaat Lingkungan:

  1. Tanpa Bahan Kimia Berbahaya, Penggunaan akar wangi sebagai metode pencegahan longsor adalah solusi alami tanpa memerlukan penggunaan bahan kimia berbahaya yang dapat merusak lingkungan.
  2. Konservasi Tanah, Dengan mencegah terjadinya longsor, penggunaan akar wangi dapat membantu dalam konservasi tanah, yang penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem dan lahan pertanian.


Menggunakan akar wangi sebagai solusi alami untuk mencegah longsor adalah langkah positif menuju keberlanjutan dan pelestarian lingkungan. Dengan pemilihan lokasi yang tepat, jenis tanaman yang sesuai, dan perawatan yang baik, kita dapat memanfaatkan potensi alam untuk melindungi diri dari ancaman longsor. Melalui pendekatan ini, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan berkelanjutan untuk generasi mendatang.

BPBD Kota Semarang melakukan assessment kejadian bencana talud longsor di Kelurahan Bendan Duwur, Kecamatan Gajahmungkur

Pada Selasa, 05 Desember 2023, pukul 18.30 WIB, Kota Semarang, khususnya di Kelurahan Bendan Duwur, Kecamatan Gajahmungkur, mengalami kejadian bencana talud longsor. Kejadian ini dipicu oleh hujan deras pada Senin sekitar pukul 18.00 WIB, menyebabkan talud di Jl. Talangsari depan rumah Bp. Alex roboh dengan panjang 15 meter dan tinggi 10 meter.

Beruntung, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Ketua RT, Bp. Andika, mengkoordinasikan warga dengan RW, Kelurahan, dan Kecamatan. Upaya penanganan melibatkan BPBD Kota Semarang, Babinsa, Babinkamtibmas, serta instansi terkait. Mereka melakukan assessment dan dokumentasi di lokasi kejadian untuk memberikan bantuan dan dukungan yang diperlukan.

BPBD Banyumas segera merespons Talud Longsor di Purwokerto Kidul RT 03 RW 09 (Pancurawis) Kec. Purwokerto Selatan

Pada Hari Jumat, 24 November Pukul 15.00 WIB, wilayah Purwokerto Kidul RT 03 RW 09 (Pancurawis) Kec. Purwokerto Selatan diguncang hujan deras, mengakibatkan Talud Longsor. Debit air sungai Kali Biru melonjak, menyebabkan longsor pada talud pembatas sungai dengan TPU Karang Cengis. Sebagian longsoran bahkan menutup setengah aliran sungai, merusak TPU Kr. Cengis dan talud pengaman sungai serta makam. Beruntung, tidak ada kerusakan pada rumah penduduk.

BPBD Banyumas segera mengambil tindakan. Langkah pertama adalah melakukan kaji penilaian awal terhadap kerusakan. Kemudian, dilakukan koordinasi dengan kelurahan setempat untuk memastikan bantuan dan upaya penanganan yang cepat dan tepat. Bencana ini menyoroti pentingnya kewaspadaan dan koordinasi antarinstansi dalam menghadapi ancaman alam.